"WELCOME TO MY BLOG * DZIA UNTAIAN CINTA *"

Senin, 09 Mei 2016

MAKALAH 4 : PERKEMBANGAN PAHAM-PAHAM BESAR



BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah

Paham-paham besar merupakan sebuah ideologi yang mempunyai pengaruh dan dampak yang sangat kuat kepada masyarakat termasuk para penganutnya. Sebetulnya tidak mutlak pembahasan ideologi besar, tetapi walaupun demikian pertimbangannya secara eksistensi dalam kehidupan masyarakat menunjukkan eksis atau tidak eksistennya suatu ideologi, pembahasan ini pula sebagai ilustrasi atau paparan historis perkembangan paham-pahan besar di dunia.

Paham-paham dalam hal inilah tidak dipandang secara abstrak tetapi harus mampu terukur terhadap kiprah eksistensinya, sehingga tidak heran apabila Soekarno pernah mengatakan tentang perseteruan ideologi besar dunia. Beliau mengutif mengemukakan: “Bertrand Russel pernah menulis, bahwa di dalam sejarah manusia adalah dua dokumen historis yang sampai sekarang menguasai alam-hati dan alam-fikirannya bagian-bagian besar dari umat manusia, dan yang bersaingan hebat satu sama lain. Dan dokumen historis itu ialah ‘declaration of independence’ Amerika tulisan Thomas Jafferson, dan ‘Manifes Komunis’ tulisan Karl Marx.” (Dibawah Bendera Revolusi. 1965. Hal: 329).





BAB II

PEMBAHASAN



2.1 MUNCULNYA PAHAM-PAHAM BESAR

Munculnya kesadaran kebangsaan di kawasan Asia dan Afrika pada masa lalu tidak terlepas dari pengaruh paham baru yang lahir, yakni liberalisme, sosialisme, demokrasi, nasionalisme, dan pan-Islamisme. Faham-faham tersebut mendorong rakyat Asia-Afrika untuk membangun diri dalam kesadaran berbangsa dan bernegara dengan mengutamakan kebebasan dan kemerdekaan.



Nasionalisme adalah suatu paham rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air yang ditimbulkan oleh persamaan tradisi yang berkaitan dengan sejarah, agama, bahasa, kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal dan keinginan untuk mempertahankan dan mengembangkan tradisinya sebagai milik bersama dari anggota bangsa itu sebagai kesatuan bangsa.

Tokoh nasionalisme atau pencetusnya adalah Joseph Ernest Renan, Otto Bouer, Hans Kohn, dan Louis Sneyder. Hans Kohn berpendapat nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi individu yang diserahkan kepada bangsa dan negaranya. Munculnya nasionalisme dipengaruhi oleh hal-hal berikut:

a. Magna Charta (1215) di Inggris yang kemudian menjadi akar demokrasi.

b. Adanya Piagam Bill of Right (1689) di Inggris.

c. Revolusi Prancis yang menumbuhkan demokrasi dan nasionalisme yang tercermin dalam semboyan revolusi liberte, egalite, fraternite yang berkembang ke seluruh Eropa.

d. Pengaruh pemikiran dari Renaissance.

Selanjutnya, Hertz dalam bukunya Nationality in History and Policy mengatakan bahwa prinsip-prinsip nasionalisme adalah hasrat untuk mencapai kesatuan, hasrat untuk mencapai kemerdekaan, hasrat untuk mencapai keaslian, dan hasrat untuk mencapai kehormatan.

Nasionalisme berarti pengakuan hak setiap bangsa untuk menentukan nasib sendiri. Pengakuan terhadap nasionalisme harus disertai sikap antidiskriminasi, baik secara rasial, ekonomi, sosial budaya, geografis secara agama, sebab setiap orang mempunyai hak yang sama atas pembelaan negara.



Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos, artinya rakyat, dan kratos, artinya pemerintahan. Jadi, demokrasi dalam arti sempit adalah pemerintahan di tangan rakyat. Dalam arti luas, demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang mengakui hak segenap anggota masyarakat untuk ikut memengaruhi keputusan politik baik langsung atau tidak langsung. 

Kondisi yang memengaruhi terciptanya demokrasi adalah adanya kesepakatan bersama dalam masalah yang fundamental dan upaya yang memungkinkan kebebasan politik tumbuh di tengah negara. Demokrasi mula-mula diterapkan di Yunani Kuno, yakni demokrasi langsung, kemudian berkembang ke negara Eropa lainnya, dan akhirnya ke Indonesia.

Seorang cendekiawan dari Inggris yang memperjuangkan demokrasi adalah John Locke (1632 – 1704), dalam bukunya berjudul Two Treaties on Government. John Locke membenarkan perjuangan rakyat Inggris menentang kekuasaan mutlak raja. Menurut John Locke, pemerintah hanyalah alat yang dibentuk untuk menjamin kepentingan rakyat terhadap hak-hak politis, mencakup hak individu, hak politik, hak atas kebebasan, dan hak milik.

Demokrasi merupakan hal yang dinamis dan maju, sebab selain mengurus kepentingan bersama negara juga bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya. Demokrasi menuntut adanya UUD, pemilu, kemerdekaan pers, kemerdekaan berbicara, berkumpul dan mengemukakan pendapat, serta kemerdekaan beragama.




Sosialisme adalah paham yang menghendaki suatu masyarakat yang disusun secara kolektif agar menjadi suatu masyarakat yang sejahtera/bahagia. Kata sosialisme berasal dari bahasa Latin, socius, artinya kawan. Tujuan sosialisme adalah mewujudkan masyarakat sosialis dengan jalan mengendalikan secara kolektif sarana produksi dan memperluas tanggung jawab negara bagi kesejahteraan rakyat. Tokoh pemikir sosialisme adalah Robert Owen, seorang pengusaha Inggris yang menulis buku A New of Society an Essay on the Formation of Human Character. Ia adalah orang yang pertama menggunakan istilah sosialisme.

Tokoh lainnya adalah Saint Simon, Piere Proudon, Charles Fourier, Karl Marx. Seorang yang dikenal sebagai Bapak Sosialisme adalah Karl Marx dalam tulisannya Das Kapital yang mengatakan bahwa sejarah masyarakat merupakan perjuangan-perjuangan kelas, semboyan mereka "bersatulah kaum proletar sedunia." Titik berat dari paham ini adalah pada masyarakat bukan individu, dan dalam hal ini sosialisme merupakan lawan dari liberalisme.

Ada empat kesepakatan hasil perjuangan kaum sosialis, yakni Chatolic Emancipation Bill (1892), Reform Bill (1832), Factory Act (1833), dan Poor Law (1834). Teori Karl Marx dalam buku Historis Materialisme mengatakan bahwa jalan sejarah ditentukan oleh material secara dialektis (these – antithese – synthese) menuju suatu masyarakat yang sosialis. Untuk mewujudkan masyarakat yang sosialis Karl Marx menciptakan teori-teori sosialisme sebagai berikut:

a. Kelebihan harga (mehrwert)

Upah yang diterima oleh kaum buruh tidak sebanding dengan tenaga yang disumbangkannya. Itulah sebabnya, kaum buruh semakin lama semakin miskin dan kaum majikan semakin kaya.

b. Pemusatan (konzentration)

Perusahaan kecil akan mati karena kalah bersaing dengan perusahaan besar, hingga akhirnya tinggal beberapa perusahaan yang besar.



c. Penimbunan (akkumulation)

Semakin lama jumlah kapital semakin menumpuk dan digunakan untuk membeli mesin yang mempunyai kapasitas sama dengan tenaga manusia. Oleh karena itu, banyak kaum buruh yang di-PHK sehingga menambah jumlah proletar.



d. Kesengsaraan (verelendung)

Jumlah kaum proletar yang tidak mempunyai pekerjaan semakin bertambah sehingga kemiskinan pun bertambah. Hal ini terjadi karena penggunaan tenaga mesin semakin banyak sehingga menyebabkan kesengsaraan kaum proletar.



e. Krisis
Sebagian besar rakyat merupakan proletar yang miskin dengan daya beli yang sangat rendah, sehingga barang-barang pabrik tidak habis terjual. Akibatnya, timbul over produksi dan krisis pun terjadi.


f. Keruntuhan (zusammenbruch)

Terjadinya krisis menyebabkan runtuhnya susunan kapitalis sehingga kaum protelar kembali memegang kekuasaan dengan semboyan "bersatulah proletar sedunia."





Pan-Islamisme adalah paham yang bertujuan untuk menyatukan umat Islam sedunia. Paham ini berasal dari gagasan Jamaluddin al Afgani (1839 – 1897). Ide tersebut sebenarnya secara samar-samar pernah dicanangkan oleh At Tahtawi (1801 – 1873), seorang tokoh pembaharu Islam Mesir. Ia sudah menyebutkan dua ide yaitu Islam dan patriotisme. Ia menegaskan bahwa antara ide Islam dan patriotisme tidak bertentangan. Dua ide tersebut kemudian menjelma menjadi dua bentuk persaudaraan, yaitu persaudaraan (ukhuwah) Islamiah dan persaudaraan (ukhuwah) wathaniah.

Paham tentang perlunya penyatuan dunia Islam yang menjadi inti dari Pan-Islamisme menjadi lebih tegas pada pemikiran Jamaluddin al Afgani. Ide Pan-Islamisme erat kaitannya dengan kondisi abad ke-19. Pada abad ini terjadi kemunduran di negara Islam. Sebaliknya, di negara Barat terjadi kemajuan yang disertai pengembangan kekuasaan (penjajahan). 

Jamaluddin melihat penjajahan terhadap negara Islam ini harus dilawan apabila mereka bersatu, contoh campur tangan Inggris di Afganistan, di Mesir, di Irak, dan di Iran. Hal ini menambah keyakinan bahwa Islam harus bersatu. Upaya penyatuan dunia Islam ini disebut Pan-Islamisme. Pan-Islamisme sebagai ide telah memperoleh dukungan hampir dari semua pemimpin Islam, tokoh intelektual. Pan-Islamisme memberi inspirasi bagi negeri Islam untuk mengadakan gerakan nasional dalam melawan penjajahan.



Liberalisme merupakan paham yang mengutamakan kebebasan dan kemerdekaan individu. Istilah liberalisme berasal dari bahasa Latin, libertas, yang artinya kebebasan, sedangkan dalam bahasa Inggris, liberty, artinya kebebasan. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan individu untuk memiliki tempat tinggal, mengeluarkan pendapat, dan berkumpul.

Di Eropa, liberalisme didukung oleh kaum borjuis dan terpelajar di kota. Bagian terpenting dalam liberalisme adalah individu. Masyarakat harus mementingkan individu, karena masyarakat itu terdiri atas individu-individu dan karena itu masyarakat adalah akibat dari adanya individu. Kemerdekaan individu harus dijamin. Pada hakikatnya, paham liberalisme ini timbul karena reaksi terhadap penindasan yang dilakukan oleh kaum bangsawan dan kaum agama di zaman absolute monarchie. Orang ingin melepaskan dirinya dari kekangan manusia, ini dikemukakan oleh Rousseau dalam bukunya Du Contrat Sosial.
Terhadap kaum bangsawan, liberalisme menuntut kemerdekaan ekonomi, sedangkan terhadap kaum agama liberalisme menuntut kemerdekaan beragama. Dalam lapangan politik, liberalisme menuntut adanya demokrasi (menuntut adanya UUD, pemilu, kemerdekaan pers, berbicara mengemukakan pendapat, dan beragama). Selain demokrasi, liberalisme dalam politik mengutamakan kemerdekaan (nasionalisme) negara atas individu, karena setiap negara harus merdeka, tidak boleh ditindas oleh negara lain. Negara berhak menentukan nasibnya sendiri.



BAB III

PENUTUP

3.1 kesimpulan

Munculnya kesadaran kebangsaan di kawasan Asia dan Afrika pada masa lalu tidak terlepas dari pengaruh paham baru yang lahir, yakni liberalisme, sosialisme, demokrasi, nasionalisme, dan pan-Islamisme. Faham-faham tersebut mendorong rakyat Asia-Afrika untuk membangun diri dalam kesadaran berbangsa dan bernegara dengan mengutamakan kebebasan dan kemerdekaan



3.2 saran

Dilihat dari penjelasan tentang paham-paham besar , ternyata lahir dan berkembang paham-paham besartersebut sangat berpengaruh terhadap dunia. Dan semoga kita mampu mejaga semua yang telah diperjuangkan oleh para pejuang terdahulu.

MAKALAH 3 : PEREKEMBANGAN PAHAM-PAHAM BESAR



BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah

Salah satu alasan yang paling dapat diterima mengapa kolonialisme dan imperialisme sangat kuatbercokol di tanah jajahan adalah alasan perdagangan. Disamping agar penjajah bisa mengerukkekayaan negara terjajah, juga mereka ingin menjadikan negara jajahan sebagai tempat pemasaranbagi hasil-hasil produksi industri yang dikerjakan di negerinya. Sikap-sikap ekspansif seperti inilahyang mendorong bangsa Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, dan Rusia untuk melakukan penjajahan.Namun, setelah bertahun-tahun bahkan berabad-abad dikekang oleh penindasan, pemerasan,perampokan, pemerkosaan hak atas hidup secara materil dan moril, bangsa-bangsa terjajahserentak bangun.Bangsa-bangsa terjajah di Asia, Afrika dan Amerika tampil memekik ”merdeka” ”Usir bangsa kolonis dan imperialis dari negeri kita!” Mengapa mereka berontak setelah sekian abad seolah-olah terlelap dalam seribu kepahitan yang melilitnya? Ada sejumlah alasan yang bisa dikemukakan. Tetapi yang jelas bahwa dasar dari seluruh gerakan nasionalisme dan pergerakan kemerdekaan di negeri-negeri terjajah itu kaena pengaruh langsung dan tidak langsung dari beberapa paham baru yang berkembang di Eropa dan menyebar ke negeri-negeri jajahan. Pada modul ini, kita akan membahasfaham-faham baru tersebut seperti Nasionalisme, Liberalisme, Demokrasi, Sosialisme dan Pan-Islamisme.





BAB II

PEMBAHASAN



2.1 Lahir Dan Berkembangnya Paham-Paham Besar 

1. Paham Nasionalisme

Nasionalisme adalah paham kesetiaan tertinggi individu yang diserahkan dan ditujukan kepada negara. Ernest Renan mengatakan bahwa hasrat kebangsaan timbul karena adanya keinginan untuk hidup bersama (hasrat bersatu) dengan perasaan kesetiakawanan yaang agung. Otto Bauer berpoendapat bahwa suatu bangsa adalah kelompok manusia dengan persamaan karaketr yang tumbuh karena persamaan nasib. Paham Geopolitik pun mengajarkan bahwa hasrat bersatu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dengan tempat tinggalnya.



a. Peristiwa Dunia Mengenai Paham Nasionalisme

Ø Nasionalisme India

Gerakan pembaharuan di India antara lain:

The Indian Mutiny yaitu pemberontakan yang dilakukan oleh kaum Sepoy (orang India yang direkrut sebagai tentara Inggris). Pemberontakan ini dilatar belakangi penarikan pajak yang berat, perlakuan yang tidak adil dan penghinaan terhadap pimpinan mereka yaitu Rani Laksmi Bai.



Gerakan Brahma Samaj

Gerakan yang dipelopori oleh Rammohan Roy. Gerakan Braahma Samaj berusaha untuk menghapuskan kebudayaan yang dianggap usang seperti upacara sutte yang memaksa janda untuk melakukan belasungkawa dengan terjun ke dalam bara api. Ia juga mengajarkan asa persamaan agama dan prinsip keesaan Tuhan.



Aliran Rama Krisna

Aliran yang dipimpin Swani Vivekananda. Tujuan aliran Rama Krisna adalah memurnikan ajaran gamam Hindu tanpa memntingkan kehidupan materi.



Gerakan Theosofi

Gerakan yang dipimpin oleh Anni Besant. Gerakan yang bertujuan untuk menanamkan harga diri dan kebanggana nasional bangsa India.



Ø Nasionalisme Turki

Pada abad ke-16 Turki mengalami kejayaan, namun pada abad ke-19 Turki dikenal dengan The Sick Man (negara yang sedang sakit). Turki bangkiut melalui Gerakan Turki Muda di bawah pimpinan Mustafa Kemal Pasha.



Ø Nasionalisme Cina

Dr. Sun yat Sen membentuk Republik Cina. Ajaran Dr. Sun Yat Sen dikenal dengan sebutan San min Cu I yang berisi Nasionalisme/kebangsaan; Demokrasi/kerakyatan; Sosialisme/Keadilan sosial.



2. Paham Liberalisme

Liberalisme adalah usaha perjuangan menuju kebebasan. Liberalisme dibedakan menjadi Liberalisme politik dan Liberalisme Ekonomi.



a. Liberalisme Politik

Liberalisme Politik adalah liberalisme yang bersumber pada keyakinan bahwa semua sumber kemajuan terletak pada perkembangan liberal atau haluaan kebebasan yang dipelopori oleh gerakan reformasi gereja di jerman pada abd ke-16 dan gerakan perlawan terhadap absolutisme pad abad ke-17 dan abad ke-18. Tokoh Liberalisme Politik seperti John Locke dari Inggris, Voltaire, J.J Rousseu dan Montesquieu dari Parncis serta Emmanuel Kant dari Jerman. Paham ini mengidamkan pemerintahan yang berbentuk demokrasi parlementer dengan persamaan hak bagi seluruh rakyat di depan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.



b. Liberalisme Ekonomi

Liberalisme ekonomi dianjurkanoleh Adam Smith dari Inggris. Pemikiran Liberalisme Ekonomi dilandasi keyakinan bahwa individu yang bebas sanggup mengurus dirinya sendiri, hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Sayart untuk menuju arah liberalisme ekonomi adalah hak miliki perseorangan dipertahankan, pemerintah sebanyak mungkin tidak ikut campur dalam kehidupaan ekonomi.



Ø Peristiwa Dunia Mengenai Paham Liberalisme

ü Revolusi Amerika

Revolusi Amerika adalah revolusi untuk mmeperoleh kemrdekaan dari imprealisem Inggris. Dengan semboyan revolusi “Lebih Baik mati sebagai manusia daripada hidup sebagai budak”. Kemrdekaan Amerika diperoleh pada tanggal 4 Juli 1776.

ü Revolusi Prancis

Revolusi besar yng terjadi pada tanggal 14 Juli 1789 dimulai dengan penyerbuan penjara Bastille yang merupakan simbol kesewenang-wenangan kekuasaan raja. Revolusi yang melahirkan tokoh pemikir seperti Montesqueau, J.J. Rousseau, Voltaire yang menyebabkan munculnya negara Prancis yang berundang-undang.



3. Paham Demokrasi

Istilah demokrasi bersala dari kata Yunani yang berarti demos adalah rakyat dan kratein adalah memerintah atau kratos adalah pemerintah. Demokrasi adalah pemerintahan rakyat yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pada dasarnya demokrasi hendaknay dapat menjawab pertanyaan: siapa yang melaksanakan kekuasaan negara, bagaimana cara melaksanakan kekuasaan negara, dan berapa banyak keuasaan negara boleh dilaksanakan.


Ø Peristiwa Dunia Mengenai Paham Demokrasi

ü Inggris

Pencapaian Demokarsi di Inggris terjadi pada tahun 1215 ketiak rakayat Inggris memenginginkan Raja John Lackland menandatangai Magna Charta (Piagam Agung Kebebasan). Magna Charta berisikan tentang peraturan untuk melindungi rakyat dari tindakan sewenang-wenang.

Tahun 1627 dikeluarkannya Petition of Right (Petisi Hak) yang mengatur tentang pembatasan kekuasaan raja. Tahun 1688 munculah Bill of Right (Undang-undang Hak) yang mengatur tentang haka-hak warga negara Inggris.



ü Rusia

Revolusi Februari yang terjadi pada tahun 1917 dipelopori oleh kaum Menshevik dilancarkan dengan cara demontrasi danpemogokan massal yang berhasil menggulingkan pemrintahan smentara golongan liberal yang disebut Kadet (Konstitusional Demokrat) dan mmeproklamsikan Republik Rusia untuk pertamam kalinya. Revolusi Menshevik digulingkan oleh golongan Bolshevik pad tanggal 25 Oktober 1917.



4. Paham Sosialisme

Sosialaisme adalah ajaran yang menghendaki tatana masyarakat yang disusun secar akolektif agar menjadi suatu masyarakat yang sejahtera. Sosialisme juga disebut sebagai istilah umum untuk semua doktrin ekonomi yang menentaang semua kemutlakan hak milik perseoraangan dan mendukung penggunaan milik perseorangan untuk kesejahteraan umum.

Dalam perkembangnnya sosialisme pecah ,menjadi dua yaitu:

Sosialisme demokrat atau sosialisme dengan ciri-ciri:

Memilih jalan evolusi untuk mencapai tujuan.

Milik perseorangaan diperkenakan hanya perusahaan yang penting bagi masyarakat harus dimiliki negara.

Distribusi dan konsumsi didasarkan atas kebutuhan.

Komunisme dengan ciri-ciri:

Memilih jalan revolusi untuk mencapai tujuan

Milik perseorangan tidak diperkenankan

Distribusi dan konsumsi didasarkan atas kebutuhan.



5. Paham pan islamisme

Pan Islamisme merupakan paham yang bertujuan untuk menyatukan Islam sedunia. Paham ini bermula dari gagasan Jamaludin al Afgani (1839-1897). Paham ini muncul disebabkan dari segi agama dan politik. Dari segi agama, muncul karena adanya tuntutan pembersihan kepercayaan dan amal keagamaan. Dari segi politik, ingin menghilangkan penyebab yang memecah belah umat muslim.Paham penyatuan dunia Islam menjadi inti dari Pan Islamisme. Ide ini erat kaitannya dengan kondisi abad 19 yang merupakan abad kemunduran dunia Islam dan dunia Barat sedang dalam kemajuan serta menguasai atau menjajah negeri-negeri Islam (daerah yang dominan penduduknya Islam). Sebagai ide, Pan Islamisme telah memperoleh dukungan dari hampir semua pemimpin Islam dan tokoh intelektual pada abad 19-20. Dengan semangat Panislamisme, maka muncul berbagai perhimpunan kaum muslimin. Hal ini telah memberi inspirasi bagi lahirnya banyak negeri Islam dan gerakan-gerakan nasionalis/ kebangsaan. Pan Islamisme memiliki semangat menggalang kesatuan umat Islam melindunginya dari unsur-unsur yang dapat merusak.




BAB III

PENUTUP



1.1 Kesimpulan

Munculnya paham-paham besar sebagai akibat dari adanya Revolusi industri dan Revolusi Perancis. Paham-paham itulah yang masuk dan berpengaruh terhadap kesadaran kebangsaan negara-negara yang ada di Afrika dan Asia termasuk Indonesia. Pada dasarnya paham-paham tersebut berusaha menentang imprealisme dan kolonialisme penjajahan. 



1.2 Saran

Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua yang membutuhkan. Dan kedepannya akan ada lagi yang akan membuat makalah tentang perkembangan paham-paham besar dengan lebih lengkap lagi.


MAKALAH 2 : PERKEMBANGAN PAHAM-PAHAM BESAR



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Salah satu alasan mengapa kolonialisme dan imperialisme sangat kuat berada di tanah jajahan adalah karena alasan perdagangan. Disamping agar penjajah bisa mengeruk kekayaan negara terjajah, juga mereka ingin menjadikan negara jajahan sebagai tempat pemasaran bagi hasil-hasil produksi industri yang dikerjakan di negerinya. Sikap-sikap ekspansif seperti inilah yang mendorong bangsa Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, dan Rusia untuk melakukan penjajahan. Namun, setelah bertahun-tahun bahkan berabad-abad dilanda oleh penindasan, pemerasan, perampokan, pemerkosaan hak atas hidup secara materil dan moril, bangsa-bangsa terjajah serentakmereka bangun.

Bangsa-bangsa terjajah di Asia, Afrika dan Amerika tampil memekik ”merdeka” ”Usir bangsa kolonis dan imperialis dari negeri kita!” Mengapa mereka berontak setelah sekian abad seolah-olah terlelap dalam seribu kepahitan yang melilitnya? Ada sejumlah alasan yang bisa dikemukakan. Tetapi yang jelas bahwa dasar dari seluruh gerakan nasionalisme dan pergerakan kemerdekaan di negeri-negeri terjajah itu karena pengaruh langsung dan tidak langsung dari beberapa paham baru yang berkembang di Eropa dan menyebar ke negeri-negeri 



BAB II

PEMBAHASAAN



2.1 PAHAM-PAHAM BESAR

1. NASIONALISME

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankankedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

Pada mulanya unsur-unsur pokok nasionalisme itu terdiri atas persamaan-persamaan darah (keturunan), suku bangsa, daerah tempat tinggal, kepercayaan agama, bahasa dan kebudayaan. Nasionalisme akan muncul ketika suatu kelompok suku yang hidup di suatu wilayah tertentu dan masih bersifat primordial berhadapan dengan manusia-manusia yang berasal dari luar wilayah kehidupan mereka. Lambat laun ada unsur tambahan, yaitu dengan adanya persamaan hak bagi setiap orang untuk memegang peranan dalam kelompok atau masyarakat (demokrasi politik dan demokrasi sosial) serta adanya persamaan kepentingan ekonomi. Inilah yang kemudian dikenal dengan istilah nasionalisme modern.

Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebagian atau semua elemen tersebut.



2. LIBERALISME

Dalam sejarah kemunculannya liberalisme sebenarnya muncul akibat adanya pengekangan dari berbagai aspek kehidupan, yaitu dalam bidang politik kala itu kebebasan berpendapat sangatlah kurang di eropa. Adanya pembatasan berpendapat dan berpartisipasi berpolitik oleh pihak pemerintah membuat kehidupan di eropa kala itu timpang. Golongan atas makin berkuasa sedangkan golongan bawah semakin tertindas lalu kebebasan dalam hal ekonomi juga cukup terkekang adanya sistem feodalisme yang di praktekkan oleh para kaum peilik tanah membuat kesenjangan perekonoian semakin meraja lela.

Liberalisme berasal dari kata liberal dan isme. Liberal berarti berpandangan bebas dan terbuka. Kata isme menunjukkan suatu paham. Jadi dapat disimpulkan secara singkat Liberalisme adalah suatu paham atau pandangan yang menginginkan adanya kebebasan dan terbuka.

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

Liberalisme yang berkembang dibidang politik, yaitu suatu kebebasan individu untuk menyampaikan aspirasi, pendapat dan berpolitik. Dengan kata lain pada saat itu kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, paham ini nampak dalam Demokrasi dan Nasionalisme. Dan Liberalisme yang berkembang dibidang ekonomi, yang menghendaki adanya sistem ekonomi bebas, yang tiap individu harus memiliki kebebasan berusaha, mengumpulkan harta benda, yang sangat nampak pada paham Kapitalisme. Sedangkan Liberalisme dalam agama disini adalah liberal dalam masalah ibadah dan agama atau kebebasan dalam beribadah dan beragama. Setiap individu harus memiliki kebebasan kemerdekaan beragama dan menolak campur tangan negara atau pemerintah tetapi dalam kebebasan tersebut tentu tidak bebas mutlak, ada peraturan dalam memeluk agama. Kebebasan agama ini muncul saat terjadinya peristiwa gereja di abad pertengahan yang terlalu mengekang umat.



3. SOSIALISME

Sosialisme (sosialism) secara etimologi berasal dari bahasa Perancis sosial yang berarti kemasyarakatan. Istilah sosialisme pertama kali muncul di Perancis sekitar 1830. Umumnya sebutan itu dikenakan bagi aliran yang masing-masing hendak mewujutkan masyarakat yang berdasarkan hak milik bersama terhadap alat-alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi diselenggarakan oleh orang-orang atau lembaga perorangan atau swasta yang hanya memperoleh laba tetapi semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dalam arti tersebut ada empat macam aliran yang dinamakan sosialisme: (1) sosial demokrat, (2) komunisme,(3) anarkhisme, dan (4) sinkalisme (Ali Mudhofir, 1988). Sosialisme ini muncul kira-kira pada awal abad 19, tetapi gerakan ini belum berarti dalam lapangan politik. Baru sejak pertengahan abad 19 yaitu sejak terbit bukunya Marx, Manifes Komunis (1848), sosialisme itu (seakan-akan) sebagai faktor yang sangat menentukan jalannya sejarah umat manusia.

Dalam membahas sosialisme tidak dapat terlepas dengan istilah Marxisme-Leninisme karena sebagai gerakan yang mempunyai arti politik, baru berkembang setelah lahirnya karya Karl Marx, Manifesto Politik Komunis (1848). Dalam edisi bahasa Inggris 1888 Marx memakai istilah “sosialisme” dan ”komunisme” secara bergantian dalam pengertian yang sama. Hal ini dilakuakn sebab Marx ingin membedakan teorinya yang disebut “sosialisme ilmiah” dari “ sosialisme utopia” untuk menghindari kekaburan istilah dua sosialisme dan juga karena latarbelakang sejarahnya. Marx memakai istilah “komunisme” sebagai ganti “sosialisme” agar nampak lebih bersifat revolusioner.

Dengan demikian dapat dikemukakan, sosialisme sebagai idiologi politik adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang dianggap benar mengenai tatanan politik yang mencita-citakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan.



4. DEMOKRASI 

Secara etimologi demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yakni “demos” yang artinya rakyat dan“kratos/kratein” artinya kekuasaan/ berkuasa. Jadi, demokrasi berarti pemerintahan “dari rakyat untuk rakyat”. Jadi demokrasi merupakan mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

Sejarah perjalanan paham demokrasi Demokrasi sudah ada pada jaman Yunani kuno, yang dikenal dengan demokrasi langsung, dimana rakyat seluruhnya bisa langsung atau memutuskan suatu perkara. Hal ini dimungkinkan karena saat itu di Yunani masih berbentuk negara-kota (polis) yang penduduknya sekitar 30 orang per polis.

Pada Revolusi Amerika tahun 1776 dalam Declaration of Independence, menyatakan bahwa tidak ada kekuasaan yang adil tanpa persetujuan rakyat. Saat ini demokrasi digunakan sebagai dasar dalam system pemerintahan di banyak negara, termasuk Indonesia

Selanjutnya, kemenangan Negara-negara Sekutu terhadap Negara-negara Jerman, Italia & Jepang pada Perang Dunia II (1945), dan disusul kemudian dengan keruntuhan Uni Soviet yang berlandasan paham Komunisme di akhir Abad XX , maka paham Demokrasi paham yang mendominasi tata kehidupan umat manusia di dunia dewasa ini.

Abraham Lincoln, melalui pemikirannya “A Government From the People, for the People, and by the People”.ž Jean Jacquieu Rousseau. ž Montesquieu, melalui Trias Politica. žTokoh-tokoh paham Demokrasi.

5. PAN ISLAMISME 

Pan islamisme merupakan paham yang bertujuan untuk menyatukan Islam sedunia. Paham ini bermula dari gagasan Jamaludin al Afgani (1839-1897). Paham ini muncul disebabkan dari segi agama dan politik. Dari segi agama, muncul karena adanya tuntutan pembersihan kepercayaan dan amal keagamaan. Dari segi politik, ingin menghilangkan penyebab yang memecah belah umat muslim.Paham penyatuan dunia Islam menjadi inti dari Pan Islamisme. Ide ini erat kaitannya dengan kondisi abad 19 yang merupakan abad kemunduran dunia Islam dan dunia Barat sedang dalam kemajuan serta menguasai atau menjajah negeri-negeri Islam (daerah yang dominan penduduknya Islam). Sebagai ide, Pan Islamisme telah memperoleh dukungan dari hampir semua pemimpin Islam dan tokoh intelektual pada abad 19-20. Dengan semangat Pan islamisme, maka muncul berbagai perhimpunan kaum muslimin. Hal ini telah memberi inspirasi bagi lahirnya banyak negeri Islam dan gerakan-gerakan nasionalis/ kebangsaan. Pan Islamisme memiliki semangat menggalang kesatuan umat Islam an melindunginya dari unsur-unsur yang dapat merusak.







BAB III

PENUTUP



3.1 KESIMPULAN

Sikap-sikap ekspansif yang mendorong bangsa Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, dan Rusia untuk melakukan penjajahan. Namun, setelah bertahun-tahun bahkan berabad-abad dilanda oleh penindasan, pemerasan, perampokan, pemerkosaan hak atas hidup secara materil dan moril, bangsa-bangsa terjajah serentak mereka bangun. Maka muncullah paham-paham besar seperti :

Ø Nasioalisme

Ø Liberalisme

Ø Sosialisme

Ø Demokrasi

Ø Pan Islamisme



3.2 SARAN

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan juga masyarakat pada umumnya. penulis menyadari masih banyak kekurangan dari sisi makalah ini kritik dan saran diharpakan dari pembaca.terimakasih

MAKALAH 1 : PERKEMBANGAN PAHAM-PAHAM BESAR

BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Paham merupakan ideology. Ideologi atau paham itu sendiri adalah sebuah sistem atau gagasan yang secara normatik memberikan persepsi, landasan, dan pedoman tingkah laku seorang atau masyarakat dalam kehidupan bermasyarat, berbangsa dan bernegara guna mencapai tujuan yang di cita-citakan. Ideologi atau paham sebagai belive system (sistem kepercayaan) mengandung unsur kepentingan, tujuan, dan cita-cita.

Di Negara-negara Eropa muncul berbagai paham-paham besar sebagai akibat dari adanya Revolusi industri dan Revolusi Perancis. Paham-paham itulah yang masuk dan berpengaruh terhadap kesadaran kebangsaan negara-negara yang ada di Afrika dan Asia termasuk Indonesia. Pada dasarnya paham-paham tersebut berusaha menentang imprealisme dan kolonialisme penjajahan.

Salah satu alasan kolonialisme dan imprealisime ditanah jajahan adalah alasan perdagangan. Disamping itu penjajah juga mengeruk kekayaan negara terjajah. Tampaknya situasi kolonial sebagai akar dari segala keterbelakangan diterima dan tidak dipersoalkan, meskipun ketimpangan sosial mengundang kecaman umum yang keras aksi ataupun protes. Setelah sekian lama bahkan berabad-abad bangsa Indonesia dimanfaatkan oleh Belanda baik secara moril maupun materil. Terjadi berbagai penindasan yang sangat merugikan rakyat Indonesia. Hal tersebutlah yang menyebabkan bangsa Indonesia mulai memberontak. Munculah kesadaran kebangsaan untuk melawan penjajahan.

Beberapa paham besar yang berkembang di Eropa yang menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia. Paham-paham ini adalah Nasionalisme, Liberalisme, dan Sosialisme.




BAB II

PEMBAHASAN



2.1 Latar Belakang Lahirnya dan Perkembangan Paham-Paham Besar 

Di Eropa muncul paham-paham baru sebagai akibat dari terjadinya Revolusi Industri dan Revolusi Prancis. Paham-paham itu, antara lain nasioanalisme, liberalisme, sosialisme. Paham atau sama dengan ideologi. Ideologi atau paham itu sendiri adalah sebuah sistem atau gagasan yang secara normatik memberikan persepsi, landasan, dan pedoman tingkah laku seorang atau masyarakat dalam kehidupan bermasyarat, berbangsa dan bernegara guna mencapai tujuan yang di cita-citakan. Ideologi atau paham sebagai belive system (sistem kepercayaan) mengandung unsur kepentingan, tujuan, dan cita-cita.

Urayan tentang muncul dan berkembangnya paham-paham di Eropa diantaranya sebagai berikut :

1. Paham Nasionalisme

Nasionalisme berasal dari kata nasional atau nation (bahasa Inggris) atau natie (bahasa Belanda) yang artinya bangsa. Nasional artinya kebangsaan. Bangsa adalah sekelompok manusia yang diam di wilayah tertentu dan memiliki hasrat serta kemauan untuk bersatu, karena adanya persamaan nasib, cita-cita dan tujuan.

Nasionalisme dapat diartikan semangat kebangsaan, yaitu semangat cinta kepada bangsa dan negara. Suatu paham yang menyadarkan harga diri suatu kelompok masyarakat sebagai suatu bangsa.

Sebab lahirnya nasionalisme adalah penaklukan negara bangsa lain oleh negara tertentu yang mengakibatkan kesengsaraan bagi masyarakat negara bangsa yang ditaklukan. Oleh sebab itu, nasionalisme sering diasosiasikan sebagai ekspansinisme, imperialisme, dan peperangan.

Timbulnya nasionalisme karena kombinasi dua factor yaitu factor subjektif dan objektif. Faktor subjektif berupa kemauan, sentiment, aspirasi, dll

Semangat kebangsaan yang merupakan“psychological state of mind” harus selalu dibangkitkan dan dihidupkan. Karena itulah Nasionalisme Indonesia, seperti nasionalisme Negara-negara Asia Tenggara lainnya mempunyai basis historis pada kolonialisme dengan politiknya dan nasionalisme merupakan collective conscience untuk menghadapi kondisi sosio-politik yang buruk, yaitu dengan jalan mengdakan reaksi sesuai dengan kedudukan kelompok itu.



2. Paham Liberalisme

Liberalisme adalah suatu faham yang mengutamakan kemerdekaan individu sebagai pangkal dan pokok dari kebaikan hidup. Menurut paham ini paham ini masyarakat harus mengutamakan individu, karena masyarakat terdiri atas individu dan terbentuk sebagai akibat adanya individu. Oleh karena itu yang terpenting adalah hidup ini individu. 

Mula-mula paham ini berkembang di Eropa dengan kaum borjuis atau warga kota sebagai pendukungnya. Mereka berasal dari berbagai daerah atau bangsa, karena itu tidak memiliki ikatan kekeluargaan dan adat kebiasaan. Kehidupan masyarakat kota yang bebas dank eras makin mendorong mereka hanya memikirkan keperluan sendiri dan bersaing satu sama lain. Peranan kaum borjuis ini semakin penting setelah dan perdagangan menjadi mata pencaharian yang penting.

Pada hakekatnya paham liberal timbul sebagai reaksi terhadap penindasan yang dilakukan oleh kaum bangsawan dan kaum agama di zaman absolute monarki, dimana setiap orang harus tunduk kepada kekuasaan bangsawan dan agama. Dengan adanya kekangan tersebut orang-orang ingin melepaskan diri dan memperjuangkan kemerdekaan individu. Usaha untuk memperjuangkan kebebasan ini terjadi di beberapa Negara.

Perjuangan paham liberal terutama dalam bidang politik meletus pula dalam peristiwa besar yang kita kenal dngan istilah Revolsi Perancis. Peristiwa ini merupakan bukti kemenangan kaum liberal dalam memperjuangkan kebebasannya. Hal ini disamping Nampak dalam semboyan, yaitu “Liberte, Egalite, Fraternite”, juga Nampak dalam pernyataan hak-hak manusia yang diumumkan pada tanggal 27 Agustus 1789 dengan nama “Declaration des droits de I’ home et du citoyen” (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara).



3. Paham Sosialisme

Sosialisme sebagai suatu paham (gerakan) yang menghendaki suatu masyarakat disusun secara kolektif dengan tujuan mencapai masyarakat yang bahagia. Jadi paham ini titik beratnya pada masyarakat, bukan pada individu.

Tokoh pemikir sosialisme adalah Robert Owen, seorang pengusaha Inggris yang menulis buku A New of Society an Essay on the Formation of Human Character. Ia adalah orang yang pertama menggunakan istilah sosialisme.

Seorang yang dikenal sebagai Bapak Sosialisme adalah Karl Marx dalam tulisannya Das Kapital yang mengatakan bahwa sejarah masyarakat merupakan perjuangan-perjuangan kelas, semboyan mereka "bersatulah kaum proletar sedunia." Titik berat dari paham ini adalah pada masyarakat bukan individu, dan dalam hal ini sosialisme merupakan lawan dari liberalisme.

Pada awalnya sosialisme muncul sebagai reaksi atas liberalisme abad ke-19. Pendukung liberalisme adalah kelas menengah (middle class), yang oleh Karl Marx disebut kaum “borjuis”. Kelas menengah ini adalah memiliki industri, perdagangan dan memiliki pengaruh dalam masyarakat dan pemerintah. Ketertindasan kaum buruh oleh para pemilik modal (kapital) menimbulkan reaksi golongan kelas menengah, yang sampai sekarang dikenal dengan istilah gerakan sosialisme. Tujuannya menghilangkan pertentangan antar kelas, kelas buruh dan pemodal.

Ajaran Karl Marx yang kemudian dikenal dengan Marxisme atau Komunisme. Sosialisme merupakan tahap awal dari komunisme, suatu tahap pada masa yang akan datang atau kemudian menjadi komunisme penuh (full communism). Komunisme inilah yang bertumpu pada ajaran Marxisme. 


4. DEMOKRASI

Demokrasi sendiri sebenarnya adalah kelanjutan atau perkembangan dari sistem liberalisme di bidang politik. Asas yang dianut sebenarnya adlah sama sama asas kebebasan yang menjaga hak setiap individu dalam dunia politik. Akan tetapi dalam sistem Demokrasi ini faham kebebasan itu dikembangkan dan dibentuk lebih rinci dengan membuat sistem yang bertujuan untuk menjaga hak stiap masyarakat baik golongan atas, menengah, maupun bawah sehingga hak masing masing individu menjadi setara terutama dalam urusan politik tapi tidak menutup kemungkinan juga dalam bidang bidang yang lain.

Kata demokrasi berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini disebabkan karena demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.

Bentuk negara demokrasi klasik lahir dari pemikiran aliran yang dikenal berpandangan a tree partite classification of state yang membedakan bentuk negara atas tiga bentuk ideal yang dikenal sebagai bentuk negara kalsik-tradisional. Para penganut aliran ini adalah Plato, Aristoteles, Polybius dan Thomas Aquino. Bentuk negara demokrasi klasik lahir dari pemikiran aliran yang dikenal berpandangan a tree partite classification of state yang membedakan bentuk negara atas tiga bentuk ideal yang dikenal sebagai bentuk negara kalsik-tradisional. Para penganut aliran ini adalah Plato, Aristoteles, Polybius dan Thomas Aquino.



5. PAN ISLAMISME 

Pan Islamisme adalah suatu paham yang bertujuan untuk mempersatukan seluruh umat Islam di dunia. Gerakan ini muncul awalnya di Mesir yang dimotori oleh Syekh Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afgani (1839-1897). Syek M. Abduh menghendaki perubahan mental secara berangsur-angsur, seperti pendidikan.

Perkembangan Pan Islamisme erat kaitannya dengan keadaan yang terjadi pada awal abad ke-20 akibat kemunduran dunia Islam. Sementara itu dunia Barat mengalami kemajuan yang sangat pesat dan menguasai negara-negara Islam. Bangsa-bangsa Barat terutama Inggris, Perancis, dan Amerika selalu mencampuri urusan dalam negeri negara-negara Islam.

Pengaruh Pan Islamisme ini kemudian meluas ke seluruh negara Islam di dunia. Terbentuknya Liga Dunia Islam (Muslim Word League atau Rabitah al-Alam al-Islam) pada 1962 merupakan bentuk nyata dari gerakan Pan Islamisme. Tokoh yang berperan menyebarkan Pan Islamisme ke Indonesia antara lain Syeikh Taher Jalaluddin, 3 Kaum muda di Sumatera, Syeikh Ahmad Soorkati, K.H.A Dahlan, Ahmad Hasan. Gerakan tersebut membangkitkan pergerakan nasional Indonesia, terutama organisasi Al-Jam’iyat Al-Khairiyah (1906), Sarekat Islam (1911), Muhammadiyah (1912).



2.2 Latar Belakang Paham - Paham Besar di Eropa Masuk ke Indonesia

Hal yang melatar belakangi paham-paham Eropa dapat masuk di Indonesia adalah yaitu:

1. Peranan Pendidikan

Latar belakang masuknya paham-paham besar dari Eropa ke Indonesia yaitu adanya Perkembangan Pendidikan di Indonesia. Dimana perkembangan pendidikan membawa penduduk pribumi Indonesia dapat perluasan pengatahuan tentang dunia luar yang belum mereka ketahui sebelumnya.



2. Peranan Pers Indonesia

Pada abad ke-19, pers masuk ke wilayah Indonesia dan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan kota-kota di Indonesia. Wujud perkembangan pers itu dalam bentuk surat kabar ataupun majalah. Munculnya surat kabar dimodali oleh orang-orang Cina dengan menggunakan bahasa Melayu. Derngan demikian, surat kabar yang diterbitkan secara tidak langsung ikut serta di dalam mempopulerkan penggunaan bahasa Melayu. Surat kabar juga memuat isu-isu politik yang sedang berkembang, sehingga secara tidak langsung telah banyak memberikan pendidikan politik pada masyarakat Indonesia. Surat kabar berbahasa Melayu berkembang sejak awal abad ke-20.






BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Di Negara-negara Eropa muncul berbagai paham-paham besar sebagai akibat dari adanya Revolusi industri dan Revolusi Perancis. Paham-paham itulah yang masuk dan berpengaruh terhadap kesadaran kebangsaan negara-negara yang ada di Afrika dan Asia termasuk Indonesia. Pada dasarnya paham-paham tersebut berusaha menentang imprealisme dan kolonialisme penjajahan. 



3.2 Saran 

Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua yang membutuhkan. Dan kedepannya akan ada lagi yang akan membuat makalah tentang perkembangan paham-paham besar dengan lebih lengkap lagi.


Jumat, 06 Mei 2016

SELAMAT JALAN YUYUN



Selamat jalan adikku yuyun...

Salamat berkumpul dengan sang bidadari di syurgaNya..

Jangan bersedih..

jika didunia manusia-manusia bejat dengan kejamnya menyiksa mu... 

kakak yakin disana Allah begitu sangat menyayangimu...



#nyala_untuk_yuyun

Kamis, 05 Mei 2016

Isu-Isu Lingkungan Hidup Di Aceh : Mari Bantu Pemerintah Aceh Dalam Menangulangi Global Warming Sejak Dini Untuk Anak Cucu Kita Nanti



Hari linkungan hidup pertama kali dicetuskan pada tahun 1972, sebenarnya merupakan rangkaian kegiatan lingkungan dari dua tahun sebelumnya ketika seorang Senator Amerika serikat “Gaylord Nelson” menyaksikan betapa kotor dan tercemarnya bumi oleh ulah manusia. Lalu beliau mengambil prakarsa bersama dengan LSM untuk menjadikan satu hari saja dalam setahun menjadi hari usaha penyelamatan bumi dari kerusakan. Dengan demikian, pada tanggal 22 April 1970 “Gaylord Nelson” memproklamasikan Hari Bumi (Earth Day), sehingga sampai sekarang tanggal tersebut menjadi tanggal untuk memperingati Hari Bumi Sedunia. Di indonesia sendiri khususnya Aceh Hari Bumi tidak begitu banyak diketahui oleh masyarakat bila dibandingkan dengan Hari Linkungan Hidup Sedunia (HLHS). Hari lingkungan hidup sedunia merupakan instrumen penting yang digunakan PBB untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan dan mendorong perhatian publik tentang lingkungan hidup di tingkat dunia.

Hari lingkungan hidup itu sendiri ditetapkan pada tanggal 5 Juni oleh Majlis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan resolusinya Nomor 2994 di Stockholm pada tanggal 15 Desember 1972. Tujuannya untuk memperdalam kesadaran masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan hidup dimuka bumi. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan pembukaan Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang lingkungan hidup pada tahun 1972, yang selanjutnya mendorong terbentuknya Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau dikenal sebagai United Nations Environment Programe (UNEP). Indonesia juga ikut terlibat dalam konferensi tersebut dengan hadirnya Prof. Emil Salim yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Bappenas.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersifat lebih resmi dan diperingati oleh masyarakat dan pemerintah seluruh dunia. Tujuan kedua peringatan hari tersebut adalah sama, yaitu untuk menyadarkan kepedulian masyarakat tentang linkungan hidup yang cenderung semakin rusak. 

Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang ke- 44 Bapedal Provinsi Aceh mengadakan Lomba yang mengangkat tema Isu-Isu Lingkungan Hidup Di Aceh, maka saya sebagai masyarakat yang merasa simpati dengan lingkungan hidup di aceh sekarang yang semakin rusak, tergerak hati saya untuk turut berpartisipasi bersama Bappedal Provinsi Aceh dengan topik yang akan saya bahas “Isu-Isu Lingkungan Hidup Di Aceh : Mari Bantu Pemerintah Aceh Dalam Menangulangi Global Warming Sejak Dini Untuk Anak Cucu Kita Nanti“. 

Sudah menjadi rahasia umum jika akhir-akhir ini keadaan bumi semakin panas tidak terkecuali daerah Aceh Darussalam. Begitu banyak keluhan-keluhan yang sering kita dengar seperti “ panasnya hari ini, hadeuh panas sekali “ dan berbagai macam keluhan-keluhan lainnya tentang betapa panasnya keadaan bumi dewasa ini. Namun demikian, banyak masyarakat aceh hanya bisa mengeluh tanpa mau ataupun mungkin tanpa tau penyebab dari panas bumi ini. 

Sekarang kita kembali kepada topik tulisan ini, mengapa tertarik untuk membahas tentang pemanasan global? Semua itu tidak lain karena memang hal ini telah menjadi isu yang berkepanjangan dan sepertinya tidak tahu kapan ujungnya. Bayangkan saja jika panas bumi terus naik dari tahun ketahun akibat kurangnya kesadaran masyarakat khususnya aceh dalam menggunakan vasilitas yang dapat memicu terjadinya pemanasan global. Mungkin dalam sepuluh tahun kedepan bumi kita akan semakin panas dan berefek sering terjadinya bencana. Jika dari sekarang kita tidak mencoba menanggulangi dan mengurangi aktivitas kita yang dapat memicu global warming tersebut, lalu kapan lagi? Tidak sayangkah kita kepada anak cucu kita nanti yang akan merasakan berbagai macam bencana yang disebabkan oleh ulah kita sekarang ini.

Misalnya banyak beranggapan bahwa merokok, membakar sampah, asap kendaraan, asap dari memasak setelah proses itu selesai maka asap dari aktifitas tersebut akan hilang berbaur dengan udara. Padahal sebenarnya tidak demikian, kerena dampak dari asap tersebut dalam jangka panjang dapat terjadinya pemanasan global. Maka bisa dibayangkan dalam sehari ada berapa ribu kendaraan yang beraktivitas di aceh kita tercinta, berapa puluh ribu laki-laki yang merokok dalam sehari, dan berapa ratusan rumah yang memasak dan juga melakukan pembakaran sampah tiap harinya, belum lagi jika terjadi pembakaran hutan secara liar, maka lengkap sudah efek dari aktivitas kita sehari-hari telah memicu terjadinya pemanasan global.

Masih ada lagi penyebab yang menjadi pemicu pemanasan global yaitu penggunaan bensin dan minyak tanah. Bakan bakar minyak saat ini merupakan kebutuhan bahan bakar dengan konsumsi paling tinggi. Kebutuhan energi ini bisa didapat dari pasokan energi global yang ketersediaannya terbatas dan tidak dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak dari tahun ke tahun semakin meningkat, namun ketersediaannya semakin menipis. Disebabkan pemanfaatan energi yang bisa dibilang berlebihan tersebut, maka dapat terjadi global warming atau pemanasan global. 

Penyebab selanjutnya yang dapat memicu pemanasan global yaitu efek rumah kaca. Pemanasan global dengan efek rumah kaca bisa diibaratkan seperti amplop dan perangko, setiap kita berbicara tentang efek dari rumah kaca kita pasti akan terbayangkan dengan terjadinya pemanasan global yang disebabkan oleh rumah kaca tersebut. Efek rumah kaca atau sering dikenal dengan istilah green house effect adalah suatu fenomena dimana gelombang pendek radiasi matahari menembus atmosfer dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang tersebut dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun tidak seluruh gelombang yang dipantulkan itu dile­pas­kan ke angkasa luar. Sebagian gelombang panjang dipantulkan kembali oleh lapisan gas rumah kaca di atmosfer ke permukaan bumi. Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer yang memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi matahari yang dipantulkan oleh bumi sehingga bumi menjadi semakin panas.

Dari persoalan tersebut maka terjadilah perubahan pola curah hujan yang telah menyebabklan banjir dan longsor serta musim kemarau yan berkepanjangan. hal ini juga menyebabkan berubahnya pola musim tanam yang merugikan petani kerena sulit menentukan pembibitan, perkiraan panen serta serangan hama tak terduga. Dari segi kesehatan, habitat kehidupan yang terganggu menyebabkan meningkatnya penyakit epidemi seperti demam berdarah dan malaria. Jika tidak ada upaya pengurangan emisi, maka bumi akan semakin panas. kondisi ini menyebabkan es di kutub mencair dan meningkatnya permukaan air laut sehingga pulau-pulau kecil ikut menjadi tenggelam. 

Oleh sebab itu, perlu dukungan semua pihak untuk bisa bekerja sama dalam menanggulangi global warming ini. Contohnya kurangi kegiatan yang mampu membuat asap di sekeliling kita, pengurangan efek gas rumah kaca dapat dilakukan dengan hemat energi, hemat listrik dan tidak konsumtif, mengurangi dan mengelola sampah, serta efesiensi penggunan bahan bakar minyak untuk kendaraan. Dari semua masalah lingkungan ujung-ujungnya bisa berdampak terjadinya global warming yang bisa menyengsarakan masyarakat kita. 

Isu lingkungan bukan merupakan hal baru lagi yang terjadi di aceh bahkan dunia saat ini. Secara lebih spesifik, menurut Owen Green, isu lingkungan hidup menjadi isu global karena beberapa alasan ;

1. praktik pertanian yang tidak berkelanjutan,erosi,deforestasi,pencemaran air sungai,dan banyak persoalan lingkungan yang disebabkan oleh industrialisasi.

2. Konsumsi energi yang tidak dapat diperbarui terutama minyak dan batu

3. Peningkatan suhu sedang-sejak tahun 1990, suhu rata-rata tahunan telah meningkat sekitar 0,3 derajat celcius pada seluruh musim;

4. Peningkatan intensitas curah hujan per tahun diperkirakan meningkat 2-3% diseluruh Indonesia, dalam periode yang lebih pendek, meningkatkan resiko banjir secara tak terduga;

5. Naiknya permukaan air laut akan menggenangi daerah produktif pantai, memengaruhi pertanian,dan penghidupan pantai, termasuk pertambakan ikan dan udang, produksi padi dan jagung;

6. Air laut bertambah hangat – memengaruhi keanekaragaman hayati kelautan dan memberi tekanan lebih pada terumbu karang yang sudah terancam;

7. Merebanya penyakit yang berembang biak lewat air dan vetor- seperti malaria dan demam berdarah.

Dari ulasan mengenai isu lingkungan diatas maka dapat disimpulkan bahwa isu lingkungan menjadi permasalahan yang kompleks dan yang sangat memprihatinkan kita masyarakat aceh yang seolah acuh tak acuh jika membahas tentang pemanasan global. Padahal kita sendiri tau seperti apa bahaya dampak dari pemanasan global itu. Karena tanpa kesadaran akan isu lingkungan yang seharusnya memang menjadi tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat, maka kita sendiri yang menjadi tersiksa akibat pemanasan global tersebut. 

Mari kita jadikan hari lingkungan hidup sedunia, sebagai momentum untuk menjadi agen perubahan. memulai dari diri sendiri untuk lebih bijak dalam melakukan kegiatan konsumsi dan mengubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi global warming :

1.Hemat Pemakaian Listrik :
  •  Gunakan peralatan listrik seperlunya.
  • Tidak menggunakan peralatan yang menggunakan listrik; jika dapat dengan mudah dilakukan dengan tangan, seperti membuka kaleng, botol dsb.
  •  Gunakan jenis lampu hemat energi untuk menghemat listrik. Jenis lampu hemat energi akan memangkas 80 % boros listrik daripada lampu pijar.
  • Matikan peralatan listrik dan gunakan penerangan seminimal mungkin di malam hari ketika akan pergi tidur.
  • Ganti kulkas lama jika sudah boros listrik dan jangan lupa defrost kulkas anda secara teratur.
  •  Bersihkan dan keluarkan barang/makanan yang tidak perlu dari kulkas setiap minggu.
  • Jangan masukkan makanan panas di dalam lemari es.
  • Jangan terlalu sering dan dalam waktu lama membuka pintu lemari es, karena akan boros listrik.


2. Hemat Pemakaian Air :

  • Jangan mencuci piring dengan air yang mengalir terus menerus.
  • Jangan menggosok gigi, juga dengan kran air yang mengalir, karena air akan banyak terbuang dalam 1 menit terbuang sekitar 10 liter.
  • Mandi menggunakan gayung yang terukur dan seperlunya, daripada pakai kran shower dengan air mengalir atau berendam pada ‘bath-tub’. Demikian pula untuk mencuci mobil, cukup gunakan ember dan gayung daripada menggunakan selang dengan air mengalir.
  • Gunakan air dingin pada mesin cuci daripada air panas.
  • Flush toilet seperlunya (jangan terlalu sering).
  • Pastikan pelampung/radar pada tangki penyimpanan air bekerja dengan baik, demikian juga pada kran dan monoblock di toilet, cegah kebocoran agar tidak boros air.
  • Cuci pakaian dengan air dingin, bukannya air panas.
  • Gunakan air bilasan cucian pakaian terakhir untuk menyiram tanaman Anda. Gunakan air bilasan cucian beras, buah dan sayur juga untuk menyiram tanaman.
  • Tadah air hujan dan manfaatkan untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai dsb.Manfaatkan 


3. Gunakan Sumber Energi dari Alam :
  • Gunakan tenaga surya untuk rumah dan pemanas air.
  • Gunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian Anda.
  • Gunakan pencahayaan dari sinar matahari secara optimal, bukannya mengandalkan lampu listrik.
  • Buka jendela, agar angin dapat berhembus masuk untuk menyejukkan dan menyegarkan ruangan di rumah anda, daripada menggunakan penyejuk udara buatan yang boros listrik seperti AC.
  •  Jika tetap menggunakan AC, jangan lupa bersihkan AC secara teratur, akan menghemat listrik.
  •  Jangan lupa setel ‘timer’ pada AC agar berhenti pada saat sebelum fajar.


4. kurangi aktivitas yang dapat menimbulkan asap :


  • gunakan kendaraan jika memerlukan perjalanan jauh saja, jika perjalanan dekat biasakan jalan kaki atau bersepeda.
  • jangan membakar sampah, jika sampah tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain atau bisa di daur ulang.





#happyworldenvironmentday


Selasa, 03 Mei 2016

‘* LEBIH BERSIH DAN SEHAT DENGAN SOFTEX DAUN SIRIH *’


Kebersihan dan kesehatan itu sangat penting untuk wanita yang sibuk dan padat kegiatan. Bahan yang berasal dari alam dapat menunjang kesehatan kamu, contohnya selalu minum air perasan lemon untuk menjaga daya tahan tubuh kamu tetap prima walaupun sesibuk apapun. Menurut database nutrisi USDA National, satu lemon mentah, tanpa kulit (sekitar 58 gram) menyediakan :


Ø 17 kalori

Ø 0,6 gram protein

Ø 0,2 gram lemak

Ø 5,4 gram karbohidrat (termasuk 1,6 gram serat dan 1,5 gram gula)

Ø 51 % kebutuhan vitamin C harian

Ø sejumlah kecil zat thiamin, riboflavin, vitamin B-6, asam pantotenat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, tembaga dan mangan.


Satu ons cairan jus lemon menyediakan 7 kalori, 0,1 gram protein, 0,1 gram lemak, 2,1 gram karbohidrat (termasuk 0,1 gram serat dan 0,1 gram gula) dan 23% dari kebutuhan vitamin C harian. Selain lemon kaya akan manfaat, ada satu lagi nih bahan dari alam yang tidak kalah hebatnya dari lemon yaitu daun sirih. Siapa sih yang tidak kenal dengan daun sirih? 



Dari dulu semenjak nenek moyang kita orang indonesia sangat terkenal dengan budaya “nyirih”-nya bahkan di salah satu tarian acehpun dengan nama tarian Ranup Lampuan, daun sirih jadi bahan yang sangat berperan. Sirih sendiri memiliki banyak jenis. Ada sirih merah, hijau, dan hitam. Masing-masing dari daun sirih tersebut memiliki manfaat yang berbeda. Serupa tetapi tidak sama. Namun disini saya akan membahas tentang manfaat dari daun sirih hijau. Kenapa harus daun sirih hijau ? nah ternyata daun sirih yang berwarna hijau dikenal sangat baik dan bermanfaat bagi kewanitaan. Daun sirih hijau memiliki warna hijau muda terang yang terkenal dengan nama latin Piper betle, Linn. Sirih hijau termasuk dalam keluarga Piperaceae, ia biasa merambat pada tanaman lain dan bisa juga merambat di tanah. Daun sirih juga dikenal dengan berbagai macam nama diantaranya Betel, Betelhe, Vitele (Portugal), Betel (Perancis), Seureuh (Sunda), Suruh, Sedah (Jawa) dan Ju jiang (China). Sirih hijau kaya akan kandungan minyak atsiri, fenil propana, estragol, kavicol, hidroksikavicol, kavibetol, caryophyllene, allylpyrokatekol, cyneole, cadinene, tanin, diastase, pati, terpennena, seskuiterpena, dan gula. Kandungan minyak atsiri pada sirih hijau ini dan juga beberapa di antaranya menjadikan sirih hijau sebagai salah satu antijamur yang sangat baik. Saat ini, khasiat daun sirih tersebut sudah diolah menjadi produk Softex teranyar. Softex Ekstrak Daun Sirih mengandung anti-septik yang menolong para wanita mengatasi bau tak sedap pada saat datang bulan, sehingga tetap bisa nyaman beraktivitas. Softex Ekstrak Daun Sirih dilengkapi liquid lock untuk mengunci cairan agar tidak bocor dengan permukaan yang lembut untuk mencegah iritasi. Softex Ekstrak Daun Sirih tidak mengandung parfum atau bahan kimia yang beresiko mengganggu kesehatan. Softex menyadari, perempuan rentan terhadap alergi sehingga pembalut Softex Ekstrak Daun Sirih dibebaskan dari aroma kimiawi dan bahan bertekstur kasar yang bisa menimbulkan rasa gatal dan perasaan tidak nyaman lainnya.


Nah dari sekian manfaat dan kelebihan dari softex daun sirih,, sekarang saya akan berbagi pengalaman saya tentang produk softex, namun hanya softex daun sirihlah yang bisa membuat saya terasa nyaman. Berawal saya sebagai Wanita sudah pasti dong dan tidak bisa dihindari dari problema rutin tiap bulan, yakni datangnya “waktu cuti panjang tiap-tiap bulan” alias haid (menstruasi) atau yang biasa disebut dengan datang bulan. Ketika datang bulan tiba, saya biasanya selalu risih takut kalau-kalau bau anyir dari darah haid saya tercium oleh orang-orang disekeliling saya, apalagi dihari pertama dan kedua ketika haid itu benar-benar mengganggu aktivitas saya sehingga membuat saya tidak bebas bergerak, yang akhirnya sangat terpengaruh kepada hilangnya konsentrasi saya sebagai mahasiswa yang setiap hari saya habiskan waktu saya diantara kerumunan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Ditambah lagi efek dari pembalut yang saya pakai menyebabkan daerah kewanitaan saya terasa gatal-gatal. Bukan satu dua kali saya ganti-ganti pembalut, tapi tetap saja membuat saya tidak bisa nyaman. Gara-gara pembalut yang kurang baik bahkan bisa membuat keadaan bertambah buruk karena sering terjadinya kebocoran, kebayangkan bagaimana malunya saya. Belum lagi, masalah baunya itu yang kurang enak. Memang banyak pembalut yang mencoba mengatasi aroma tidak enak tersebut dengan bahan pengharum buatan. Namun, tidak semua wanita akan suka dengan aroma kimiawi. Karena itu, salah satu upaya untuk mengurangi resiko gangguan akibat menstruasi adalah memilih pembalut yang baik dan cocok untuk saya. 


Setelah saya share dengan teman-teman dan saya cari informasi di internet tentang keluhan saya. Ternyata ada kawan yang sarankan saya untuk memakai pembalut Softex Ekstrak Daun Sirih, pembalut pertama dengan ekstrak daun sirih natural, tanpa parfum atau pengharum kimiawi. Softex Ekstrak Daun Sirih memanfaatkan daun sirih, karena tumbuhan ini sudah sejak lama dikenal sebagai tanaman obat yang mengandung banyak khasiat, yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Daun sirih juga mengandung seskuiterpen, anti-oksidan yang bisa membunuh jamur penyebab gatal di sekitar organ intim. Karena itu, kandungan anti-septik yang tinggi pada daun sirih membuat tumbuhan ini banyak digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh kuman dan jamur. 


Awalnya saya ragu karena sudah trauma coba-coba berbagai macam produk softex namun hasilnya nihil juga. Tapi karena saya berfikir mungkin ada baiknya dicoba dulu. Akhirnya saya beralih juga ke softex daun sirih, setelah saya pakai ternyata bisa membuat saya nyaman dan tidak takut lagi untuk bergerak dan yang pasti saya jadi terbebas dari keluhan akibat datangnya sang cuti panjang. Dari hasil coba-coba tersebut akhirnya saya jadi betah dengan softex daun sirih ini dari semenjak kuliah sampai sekarang sudah bekerja. 

Saya sudah merasakan manfaat dari softex daun sirih. Kamu tunggu apalagi ?



Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi www.softexindonesia.com



tentang dzia untaian cinta