"WELCOME TO MY BLOG * DZIA UNTAIAN CINTA *"

Minggu, 27 Maret 2016

TEORI BELAJAR MATEMATIKA MENURUT BEBERAPA PARA AHLI



TEORI BELAJAR MATEMATIKA


Beberapa teori belajar matematika menurut para ahli adalah sebagai berikut :

1. Teori Thorndike

Teori belajar stimulus-respon yang dikemukakan oleh Thorndike disebut juga dengan koneksionisme. Teori ini menyatakan bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukkan hubungan antara stimulus dan respon.

Terdapat beberapa dalil atau hukum kesiapan (law of readiness), hukum latihan(law of exercise) dan hukum akibat(law of effect).


2. Teori Skinner

Burhus Frederic Skinner menyatakan bahwa ganjaran atau penguatan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar. Ganjaran merupakan respon yang sifatnya menggembirakan dan merupakan tingkah laku yang sifatnya subjektif.

Penguatan merupakan sesuatu yang mengakibatkan meningkatnya kemungkinan suatu respon dan lebih mengarah kepada hal-hal yang sifatnya dapat diamati dan diukur.

Dalam teori Skinner dinyatakan bahwa penguatan terdiri atas penguatan positif dan penguatan negatif. Contoh penguatan positif diantaranya adalah pujian yang diberikan pada anak setelah berhasil menyelesaikan tugas dan sikap guru yang bergembira pada saat anak menjawab pertanyaan.

Skiner menambahkan bahwa jika respon siswa baik(menunjang efektivitas pencapaian tujuan)harus segera diberi penguatan positif agar respon tersebut lebih baik lagi,atau minimalnya perbuatan baik itu dipertahankan.


3. Teori Ausubel


Teori ini terkenal dengan belajar bermaknanya dan pentingnya pengulangan sebelum belajar dimulai.

Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami jika bahan itu dirasakan bermakna bagi siswa

Kebermaknaan: sesuai dengan struktur kognitif, sesuai struktur keilmuan, memuat keterkaitan seluruh bahan (ihtisar/resume/rangkuman/ringkasan/bahan/peta)‏

Peta konsep adalah bagan / struktur tentang keterkaitan seluruh konsep secara terpadu / terorganisir (herarkhis, distributive/menyebar)‏

Ausubel membedakan antara belajar menemukan dan belajar menerima. Dalam belajar menerima siswa hanya menerima dan tinggal meghapalkan materi.Sedangkan pada belajar menemukan,siswa tidak menerima pelajaran begitu saja,tetapi konsep ditemukan oleh siswa.

Belajar bermakna lebih dilakukan dengan metode penemuan (discovery). Namun demikian, metode ceramah (ekspositori) bisa juga menjadi belajar bermakna jika berlajarnya dikaitkan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, tidak hanya sampai pada tahap hapalan; bahan pelajaran harus cocok dengan kemampuan siswa dan sesuai dengan struktur kognitif siswa.



4. Teori Gagne

Menurut Gagne ada dua objek belajar matematika, yaitu:

A. Objek-objek langsung pembelajaran matematika terdiri atas :

a. Fakta-fakta matematika

b. Ketrampilan-ketrampilan matematika

c. Konsep-konsep matematika

d. Prinsip-prinsip matematika


B. Objek-objek tak langsung pembelajaran matematika adalah :

a. Kemampuan berfikir logis

b. Kemampuan memecahkan masalah

c. Sikap positif terhadap matematika

d. Ketekunan

e. Ketelitian


Delapan tipe belajar Gagne:

a. Isyarat

b. Stimulus respon

c. Rangkaian gerak

d. Rangkaian verbal

e. Belajar membedakan

f. Pembentukan konsep

g. Pembentukan aturan

h. Pemecahan masalah


5. Teori Pavlov

Pavlov mengemukakan konsep pembiasaan (conditioning). Dalam kegiatan belajar, agar siswa belajar dengan baik maka harus dibiasakan. Misalnya, agar siswa mengerjakan Pekerjaan Rumah dengan baik, biasakanlah dengan memeriksanya, menjelaskannya, atau member nilai terhadap hasil pekerjaannya.


6. Teori baruda (Belajar dengan Meniru)

Baruda melihat juga adanya kelemahan dalam teori Skinner, yaitu bahwa respon yang diberikan siswa yang kemudian diberi penguatan tidaklah esensial, menurutnya yang eseinsial adalah bahwa seseorang akan belajar dengan baik melalui peniruan, melalui apa yang dilihatnya dari seseorng, tayangan, dll yang menjadi model untuk ditiru. Pengertian meniru ini bukan berarti mencontek,tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain,terutama guru.

Jika tulisan guru baik, guru berbicara sopan santun dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar,tingkah laku yang terpuji,menerangkan dengan jelas dan sistematik,maka siswa akan menirunya. Jika contoh-contoh yang dilihatnya kurang baik iapun menirunya.Dengan demikian guru harus menjadi manusia model yang professional.



7. Teori Piaget


Jean Piaget menyebutkan bahwa struktur kognitif sebagai Skemata(Schemas), yaitu kumpulan dari skema- skema.Seorang individu dapat mengikat, memahami, dan memberikan respon terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya schemata ini.

Skemata ini berkembang secara kronologis,sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya, sehingga individu yang lebih dewasa memliki struktur kognitif yang lebih lengkap dari pada ketika ia masih kecil.

Tahap perkembangan kognitif:

• Tahap Sensori Motor (kurang dari 2 tahun)

Bagi anak yang berada pada tahap ini,pengalaman diperoleh melalui perbuatan fisik(gerakan anggota tubuh)dan sensori(koordinasi alat indra).

• Tahap Pra Operasi(2 - 7 tahun)

Ini merupakan tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit.Operasi konkrit adalah berupa tindakan-tindakan kognitif seperti mengklasifikasikan sekelompok objek,menata letak benda berdasarkan urutan tertentu,dan membilang.

• Tahap Operasi Konkrit(7 - 11 tahun)

Umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami konsep kekekalan, kemampuan mengklasifikasi, mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif, dan mampu berfikir reversible.

• Tahap Operasi Formal (11 tahun dan seterusnya)

Tahap ini merupakantahap akhir dari perkembangan kognitif secara kualitas. Anak pada tahap ini sudah mampu malakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abstrak. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan objek atau peristiwanya langsung, dengan hanya menggunakan simbol-simbol, ide-ide, abstraksi dan generalisasi.



Tahapan perkembangan intelektual atau berfikir siswa di SD dalam Pembelajran Matematika yaitu :

· Kekekalan Bilangan (Banyak)

Bila anak telah memahami kekekalan bilangan, amak ia akan mengerti bahwa banyaknya benda-benda itu akan tetap walaupun letaknya berbeda-beda. Konsep kekekalan bilangan umumnya dicapai oleh siswa usia 6 sampai 7 tahun.

· Kekekalan Materi (Zat)

Anak baru bisa memahami yang sama atau berbeda itu dari satu sudut pandang yang tampak olehnya. Belum bisa melihat perbedaan atau persamaan dari dua karakteristik atau lebih. Hukum kekekalan materi umumnya dicapai oleh siswa usia 7 sampai 8 tahun.

· Kekekalan panjang

Konsep kekekalan panjang umumnya dicapai oleh siswa usia 8 sampai 9 tahun.

· Kekekalan luas

Hukum kekekalan luas umumnya dicapai oleh siswa usia 8 sampai 9 tahun.

· Kekekalan berat

Hukum kekekalan berat umumnya dicapai oleh siswa usia 9 sampai 10 tahun.

· Kekekalan isi

Usia sekitar 14-15 tahun atau 11-14 tahun anak sudah memiliki hukum kekekalan isi.



Tingkat pemahaman di usia SD masih mengalami kesulitan merumuskan defenisi dengan kata-katanya sendiri. Mereka belum dapat membuktikan dalil secara baik.



8. Teori Bruner

Menurut Bruner belajar matematika adalah belajar mengenai konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat didalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika itu,(dalam Hudoyo, 1990:48) Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi karena tanpa adanya situasi tersebut maka peserta didik tidak akan bisa bertahap menguasai konsep.

Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan,sehinggaanakan memahami materi yang harus dikuasai.

Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika.Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada,siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya.



Tahapan belajar menurut Brunner

1. Tahap enaktif

Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek.

2. Tahap ikonik

Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental, merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.

3. Tahap simbolik

Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu.


Berdasarkan hasil pengamatannya, Brunner merumuskan 5 teorema dalam pembelajaran matematika, yaitu :

1) Teorema Penyusunan

Menerangkan bahwa cara yang terbaik memulai belajar suatu konsep matematika, dalil, defenisi, dan semacamnya adalah dengan cara menyusun penyajiannya. Misalnya dalam mempelajari penjumlahan bilangan positif dan negatif siswa mencoba sendiri dengan menggunakan garis bilangan.

2) Teorema Notasi

Menerangkan bahwa dalam pengajaran suatu konsep, penggunaan notasi-notasi matematika harus diberikan secara bertahap, dari yang sederhana ke yang lebih kompleks.

3) Teorema Pengkontrasan dan Keanekaragaman

Menerangkan bahwa pengontrasan dan keanekaragaman sangat penting dalam melakukan pengubahan konsep matematika dari yang konkrit ke yang lebih abstrak. Dalam hal ini diperlukan banyak contoh. Contoh yang diberikan harus sesuai dengan rumusan yang diberikan. Misalnya menjelaskan persegi panjang, disertai juga kemungkinan jajaran genjang dan segi empat lainnya selain persegi panjnag. Dengan demikian siswa dapat membedakan apakah segi empat yang diberikan padanya termasuk persegi panjang atau tidak.

4) Teorema Pengaitan

Menerangkan bahwa dalam matematika terdapat hubungan yang berkaitan antara satu konsep dengan konsep yang lain. Di mana materi yang satu merupakan prasyarat yang harus diketahui untuk mempelajari materi yang lain.



9. Teori Gestalt

Gestalt menyatakan bahwa penguasaan akan diperoleh apabila ada prasyaratndan latihan hafal atau drill yang diulang-ulang sehingga tidak mengherankan jika ada topic-topik di tata secara urut seperti perkalian bilangan cacah kurang dari sepuluh ( Rosseffendi,19993:115-116).

Tokoh aliran ini adalah John Dewey.Ia mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

a. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian

b. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa.

c. Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar.



10. Teori belajar W. Brownell

Menurutnya Belajar matematika merupakan belajar bermakna, dalam arti setiap konsep yang dipelajari harus benar-benar dimengerti sebelum sampai pada latihan atau hafalan.

Intisari dari Teori Makna adalah :

· Anak harus melihat makna dari apa yang dipelajarinya.

· Teori drill dipakai setelah konsep, prisip, dan proses telah dipahami oleh siswa.

· Mengembangkan kemampuan berfikir dalam situasi kuantitatif.

· Program aritmatika membahas tentang pentingnya dan makna dari bilangan.



11. Teori Dienes (Joyfull Learning)

Teori ini menyatakan bahwa “Tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkrit akan dapat dipahami dengan baik dan benda atau objek dalam bentuk pemainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pengajaran matematika.”

Dalam konsepnya itu, Dienes membagi tahap-tahap belajar dalam 6 tahap, yaitu :

a. Permainan Bebas (Free Play)

Yaitu dengan melakukan aktifitas yang tidak berstruktur dan tidak diarahkan.Di mana siswa mengadakan percobaan yang mengotak-atik benda-benda konkrit dan abstrak dari unsur yang sedang dipelajarinya itu.

b. Permainan yang Disertai Aturan (Games)

Siswa meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat dalam konsep tertentu.

c. Permainan Kesamaan Sifat (Searching for comunities)

Siswa diarahkan dalam kegiatan menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang sedang diikuti.

d. Representasi (Representation)

Yaitu tahap pengambilan kesamaan sifat dari beberapa situasi yang sejenis.Para siswa menentukan representasi dari konsep-konsep tertentu yang bersifat abstrak.Dengan demikian telah mengarah pada pengertian struktur matematika yang sifatnya abtrak yang terdapat dalam konsep yang sedang dipelajari.

e. Simbolisasi (Symbolization)

Yaitu merumuskan representasi dari setiap konsep dengan menggunakan simbol matematika.

f. Formalisasi (Formalization)

Dalam hal ini siswa dituntut untuk menurutkan sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifat-sifat baru konsep tersebut.




12. Teori Belajar Hanbury


Dalam teori belajar konstruktivisme, Hanbury (1996: 3) mengemukakan sejumlah aspek dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika, yaitu

1) Siswa mengkonstruksi pengetahuan matematika dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki,

2) Matematika menjadi lebih bermakna karena siswa mengerti,

3) Strategi siswa lebih bernilai,

4) Siswa mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya.




13. Teori Polya


Pemecahan masalah merupakan aktivitas intelektual yang paling tinggi. Pemecahan masalah harus didasarkan atas adanya kesesuaian dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa, supaya tidak terjadi stagnasi.

Tahapan pemecahan masalah:

1) Memahami masalah

2) membuat rencana/cara penyelesaian masalah

3) menjalankan rencana/menyelesaikan masalah

4) melihat kembali/recek.



14. Freudenthal dan Treffers (RME: Realistic Mathematics Education)‏

• pematematikaan: horizontal (H), diteruskan Vertikal (V); realistic (H+,V+)‏

• mekanistik (drill & practice: (H- dan V-); empiris (H+, V-); strukturilistik (H-, V+)‏



15. Teori Van Hiele

Tahap perkembangan siswa dalam memahami geometri:

1) Pengenalan

2) analisis

3) pengurutan

4) deduksi

5) keakuratan (rigor)

Menurut Van Hiele ada tiga unsur dalam pengajaran matematika yaitu waktu, materi pengajaran dan metode pengajaran, jika ketiganya ditata secara terpadu maka akan terjadi peningkatan kemampuan berfikir anak kepada tingkatan berfikir lebih tinggi



16. John Dewey (CTL)

• mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata

• mendorong siswa menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, pengalaman sesungguhnya dan penerapannya / manfaatnya

• strategi: authentic, inkuiri, praktek kerja, pemecahan masalah



17. Aliran latihan mental

Otak diibaratkan seperti otot, jika ingin kuat harus sering dilatih, makin keras dan sulit latihannya akan lebih baik hasilnya.


18. Teori Tollman

Sesungguhnya, pada tahun 1930 pakar psikologi AS Edward C. Tolman sudah meneliti proses kognitif dalam belajar dengan penelitian eksperimen bagaimana tikus belajar mencari jalan melintasi maze (teka-teki berupa jalan yang ruwet). Ia menemukan bukti bahwa tikus-tikus percobaannya membentuk “peta kognitif” (atau peta mental) bahkan pada awal eksperimen, namun tidak menampakakan hasil belajarnya sampai mereka menerima penguatan untuk menyelesaikan jalannya melintasi maze—suatu fenomena yang disebutnya latent learning atau belajar latent. Eksperimen Tolman menunjukkan bahwa belajar adalah lebih dari sekedar memperkuat respons melalui penguatan.



19. Teori Clark Hull

Clark Hull mengemukaan konsep pokok teorinya yang sangat dipengaruhi oleh teori evolusi. Menurutnya tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup.


20. Teori Bloom dan Krathwohl

Teori Bloom dan Krathwohl mengemukakan tiga hal yang bisa dikuasai oleh siswa, meliputi: ranah kognitif, ranah psikomotor dan ranah Afektif. Tiga ranah itu tercakup dalam teori yang lebih dikenal sebagai Taksonomi Bloom.



21. Teori Kolb

Kolb membagi tahapan belajar ke dalam empat tahapan, yaitu:

a. pengalaman konkret

b. pengamatan aktif dan reflektif

c. konseptualisasi

d. eksperimentasi aktif



22. Teori Habermas

Habermas berpendapat bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh interaksi, baik dengan lingkungan maupun dengan sesama manusia. Lebih lanjut ia mengelompokkan tipe belajar menjadi tiga bagian, yaitu:

a. belajar teknis

b. belajar praktis

c. belajar emansipatoris



23. Teori Landa

Menurut Landa ada dua proses berpikir. Pertama disebut proses berpikir algoritmik, yaitu proses berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu sasaran. Jenis kedua adalah cara berpikir heuristik, yakni cara berpikir divergen menuju ke beberapa sasaran sekaligus.



24. Teori Pask dan Scott

Pask dan Scott juga membagi proses berpikir manjadi dua macam. Pertama pendekatan serialis yang menyerupai pendekatan algoritmik yang dikemukakan Landa. Jenis kedua adalah cara berpikir menyeluruh yaitu berpikir yang cenderung melompat ke depan, langsung ke gambaran lengkap sebuah sistem informasi.



25. Teori Belajar Menurut Van Eugen


Teori ini menyatakan bahwa :

“Tujuan pengajaran aritmatika adalah untuk membantu anak memahami suatu simbol yang mewakili suatu himpunan, kejadian, dam serentetan kegiatan yang diberi simbol itu harus langsung dialami oleh anak.”

Van Eugen (1949), seorang penganut teori makna mengatakan bahwa dalam situasi yang bermakna selalu terdapat 3 unsur, yaitu :

a. Ada suatu kejadian (event), benda (object), atau tindakan (action).

b. Adanya simbol (lambang/notasi/gambar) yang digunakan sebagai penyataan yang mewakili unsur pertama di atas.

c. Adanya individu yang menafsirkan simbol-simbol yang mengacu kepada unsur pertama di atas.


Van Eugen membedakan makna (meaning) dan mengerti (understanding),. Mengerti mengacu pada sesuatu yang dimiliki oleh individu. Individu yang mengerti telah memiliki hubungan sebab akibat, implikasi logis dan sebaris pemikiran yang mengandungkan dua atau lebih pernyataan secata logis makna adalah sesuatu yang dibaca dari sebuah simbol oleh seorang anak. Dengan kata lain anak menyadari bahwa simbol adalah sesuatu pengganti suatu objek.

PERSEBARAN SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA



Persebaran Sumber daya Alam di Indonesia

Kekayaan sumber daya alam apa saja yang dimiliki oleh negara Indonesia? Bisakah kamu menyebutkan daerah penghasil sumber daya alam tersebut? Kamu sudah tahu bahwa negara kita kaya akan sumber daya alam. Selanjutnya kamu akan mempelajari persebaran SDA di kepulauan Nusantara. Pertama-tama dibahas persebaran SDA yang dapat diperbarui. Pada bagian ini dibahas persebaran hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Kemudian dibahas persebaran SDA yang tidak dapat diperbarui. Pada bagian ini dibahas persebaran bahan tambang. 
Persebaran hasil pertanian, perkebunan, kehutanan,peternakan, dan perikanan 

Negara kita memiliki wilayah daratan dan perairan yang sangat luas. Sebagian besar wilayah daratnya merupakan tanah yang subur. Banyak sekali hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Perairan Indonesia juga kaya akan hasil perikanan. Selain itu, di banyak tempat juga dilakukan usaha peternakan. Perhatikan peta berikut ini! Peta itu menunjukkan persebaran hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan di Indonesia. 
Persebaran hasil pertanian

Hasil pertanian negara kita antara lain padi (beras), jagung, ubi kayu, kedelai, dan kacang tanah. Di mana saja persebaran hasil pertanian ini?
�� Padi (beras)

Daerah penghasil padi (beras) antara lain Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.

�� Jagung

Daerah penghasil jagung antara lain Jawa Tengah (Wonosobo, Semarang, Jepara, dan Rembang); Jawa Timur (Besuki, Madura); serta Sulawesi (Minahasa dan sekitar danau Tempe).
�� Ubi kayu (singkong)

Daerah penghasil singkong adalah Sumatera Selatan, Lampung, Madura, Jawa Tengah (Wonogiri), dan Yogyakarta (Wonosari).

�� Kedelai

Daerah penghasil kedelai adalah Jawa Tengah (Kedu, Surakarta, Pekalongan, Tegal, Jepara, Rembang), D.I. Yogyakarta, Jawa Timur (Jember).

�� Kacang tanah

Daerah penghasil kacang tanah ialah Sumatera Timur, Sumatera Barat, Jawa Tengah (Surakarta, Semarang, Jepara, Rembang, Pati), Jawa Barat (Cirebon, Priangan), Bali, dan Nusa Tenggara Barat (Lombok).

Persebaran hasil perkebunan

Hasil perkebunan negara kita antara lain tebu, tembakau, teh, kopi, karet, kelapa (kopra), kelapa sawit, cokelat, pala, cengkeh, lada, dan vanili. Di mana saja persebaran hasil perkebunan tersebut? Mari kita lihat satu per satu.



�� Tebu

Daerah penghasil tebu, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sumatera (Nangroe Aceh Darussalam).

�� Tembakau

Daerah penghasil tembakau ialah Sumatera Utara (Deli), Sumatera Barat (Payakumbuh), Bengkulu, Sumatera Selatan (Palembang), Jawa Tengah (Surakarta, Klaten, Dieng, Kedu, Temanggung, Parakan, Wonosobo), dan Jawa Timur (Bojonegoro, Besuki).

�� Teh

Daerah penghasil teh, yaitu Jawa Barat (Bogor, Sukabumi, Garut), Jawa Tengah (Pegunungan Dieng, Wonosobo, Temanggung, Pekalongan), Sumatera Utara (Pematang Siantar), dan Sumatera Barat.

�� Kopi

Daerah penghasil kopi, yaitu Jawa Barat (Bogor, Priangan), Jawa Timur (Kediri, Besuki), Sumatera Selatan (Palembang), Bengkulu (Bukit Barisan), Sumatera Utara (Deli, Tapanuli), Lampung (Liwa), Sulawesi (Pegunungan Verbeek), Flores (Manggarai).

�� Karet

Daerah penghasil karet, yaitu D.I. Aceh (Tanah gayo, Alas), Sumatera Utara (Kisaran, Deli, Serdang), Bengkulu (Rejang Lebong), Jawa Barat (Sukabumi, Priangan), Jawa Tengah (Banyumas, Batang), Jawa Timur (Kawi, Kelud), dan Kalimantan Selatan ( pegunungan Meratus).

�� Kelapa (kopra)

Daerah penghasil kelapa, yaitu Jawa Barat (Banten, Priangan), Jawa Tengah (Banyumas), D.I. Yogyakarta, Jawa Timur (Kediri), Sulawesi Utara (Minahasa, Sangihe, Talaud, Gorontalo), dan Kalimantan Selatan (pegunungan Meratus).

�� Kelapa Sawit

Daerah penghasil kelapa sawit ialah D.I. Aceh (Pulau Simelue), Sumatera Utara (Pulau Nias, Pulau Prayan,Medan, Pematang Siantar).

�� Cokelat

Daerah penghasil cokelat ialah Jawa Tengah (Salatiga) dan Sulawesi Tenggara.

�� Pala

Daerah penghasil pala ialah Jawa Barat dan Maluku.

�� Cengkeh

Daerah penghasil cengkeh ialah Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara (Tapanuli), Jawa Barat (Banten, Priangan), Jawa Tengah (Banyumas), Sulawesi Utara (Minahasa), dan Maluku.

�� Lada

Daerah penghasil lada ialah Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan (Palembang, Pulau Bangka), dan Kalimantan Barat.

�� Vanili

Dihasilkan di daerah Flores (Manggarai, Bajawa), Papua, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
Persebaran hasil kehutanan

Hasil kehutanan negara kita antara lain kayu dan rotan. Jenis kayu yang dihasilkan antara lain keruing, meranti, agathis, jati, cendana, akasia, dan rasamala. Di mana saja persebaran hasil kehutanan ini?

�� Kayu keruing, kayu meranti, dan kayu agathis terutama dihasilkan di daerah-daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

�� Kayu jati dihasilkan di daerah Jawa Tengah.

�� Kayu cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.

�� Akasia dan rasamala dihasilkan di daerah Jawa Barat.

�� Rotan dihasilkan dari daerah Kalimantan, Sumatera Barat, Sumatera Utara.



SEJARAH PERKEMBANGAN MICROSOF WORD

SEJARAH PERKEMBANGAN  MICROSOFT WORD
DARI AWAL SAMPAI SEKARANG

Microsoft Office Word merupakan sebuah perangkat lunak, Microsoft berfungsi sebagai pengolah kata. Banyak terdapat fasilitas dalam software ini, yang mampu menunjung berbagai keperluan bagi para penggunanya, mulai dari pengetikan text, penyusunan naskah atau pun proposal, laporan, karya ilmiah, surat lamaran kerja dan pembuatan diagram atau tabel serta menyisipkan berbagai objek gambar dalam tulisan.
Dalam catatan sejarah, microsoft office word pertama kali diterbitkan sekitar tahun 1983, dimana pada waktu itu namanya Multi-Tool Word untuk Xenik. Seiring dengan perkembangannya, maka munculah versi-versi terbaru lainnya untuk berbagai sistem operasi, seperti DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIK, OS/2, dan Microsoft Windows (1989) dan setelah menjadi bagian dari Microsoft Office System 2003 dan 2007, kemudian diberi nama Microsoft Office Word. Dalam Sejarahnya, Microsoft Word adalah produk unggulan dari microsoft Office, dan telah menjadi salah satu pilar keberhasilan Microsoft dalam kedua perangkat lunak sektor bisnis maupun non bisnis. Sejarah Microsoft Word diawali dengan versi pertamanya yang dikembangkan oleh Charles Simonyi dan Richard Brodie, yaitu saeorang mantan programmer Xerox yang kemudian disewa oleh Bill Gates dan Paul Allen pada tahun 1981 dengan nama yang berbeda seperti sekarang. Merk pertama dari produk ini lahir tahun 1983 ketika Microsoft diproduksi Multi-tool Word untuk Xenix (salah satu turunan dari UNIX). pada tahun 1983, versi pertama dari Word untuk sistem operasi disk (DOS) dirilis. Dalam versi ini, program ini dibangun dengan filosofi "apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan," menjanjikan kepada pengguna kalau apa yang muncul pada layar akan sama dengan yang muncul di media cetak. Versi baru segera dikembangkan untuk MS-DOS, Apple Macintosh dan sistem operasi yang popular pada masa itu.
Dalam perkembangannya microsoft word mengalami banyak perkembangan dari tahun ke tahun mulai dari microsoft word 1998, microsoft word 2003, microsoft word 2007, microsoft word 2010 dan microsoft word 2013. Dengan perkembangan tersebut microsoft telah menambahkan database dan tool yang baru untuk menyempurnakan agar microsoft word lebih mudah untuk digunakan. Dengan microsoft word dapat memudahkan kerja manusia dalam melakukan pengetikan surat maupun dokumen lain.
Kemunculan versi pertama Microsoft Word yaitu versi 1.0, dirilis pada bulan Oktober 1983 untuk sistem operasi Xenix dan MS-DOS. Dan terus berlanjut dengan versi-versi selanjutnya yang tidak terlalu sukses. Sedangkan versi pertama Microsoft Word untuk system operasi Windows akhirnya dirilis pada tahun 1989, versi Windows ini memiliki tampilan yang jauh lebih baik. Dan akhirnya Microsoft Word mengalami sukses yang sangat besar pada versi Word for Windows 1.0 tepat pada saat Microsoft meluncurkan Windows 3.0 pada tahun 1990. Kesuksesan ini kemudian terus diikuti oleh diluncurkannya Word versi 2.0 di tahun 1991, dan Word versi 6.0 pada tahun 1993.
Sejarah Microsoft Word kemudian berlanjut dengan diluncurkannya versi selanjutnya dan ditandai dengan perubahan nama menjadi Word 95, Word 97, Word 2000, dan Word for Office XP. Hal ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan nama komersial Windows. Perubahan nama dalam sejarah Microsoft Word kembali terjadi, kali ini Microsoft Word menggunakan nama berdasar angka tahun. Seperti Word 2007, Word 2010, dan yang terbaru adalah Word 2013.
Sejarah Microsoft Word Dekade 1990-an
            Pada akhir dekade 80-an, versi grafis pertama dari Microsoft Word dirilis untuk Windows 3.0 sekaligus sebagai pembuka babak baru era perangkat lunak pengolahan kata. Waktu itu harganya cukup mahal sekitar $ 500, Versi ini jauh lebih mudah dioperasikan oleh pengguna. Hal ini membuat produk ini bisa merajai pasar dan mengalahkan pesaing utama mereke yaitu corel wordPerfect. Hal ini juga tidak lepas dari kegagalan corel merilis corelwordperfect untuk windows.pada tahun 1993, Word 6.0 dirilis untuk Windows dan berhasil memukul pasar. Perusahaan memilih penomoran secara urut dengan Word 6.0 sehingga akan cocok dengan urutan penomoran dari versi DOS asli. Pada tahun 1995, Microsoft menciptakan Office suite yang di dalamnya termasuk word 7.0 yang kemudian berganti nama menjadi Word 95. Dimulailah tren penamaan perangkat lunak yang awalnya menggunakan angka untuk penamaan versinya menjadi menggunakan tahun. Seperti Word 97 dan Word 2000 yang dirilis pada tahun 1997 dan 1999. Ms Word 97 dan 2000 seolah menjadi bukti kesuksesan microsoft dalam bisnis perangkar lunak pengolah kata. Pada saat itu ia tidak memiliki pesaing yang signifikan.
Microsoft Word 97 adalah versi pertama dari Word menampilkan Office Assistant yang diberi nama "Clippit", yang merupakan pembantu berbentuk animasi yang digunakan dalam semua program Office. Konsep ini merupakan pengambilalihan dari konsep sebelumnya yang telah diluncurkan pada Microsoft Bob.
Microsoft Word 98 untuk Macintosh dihiasi banyak fitur dari Word 97, dan dibundel dengan paket Macintosh Office 98. Sayangnya, Word untuk Macintosh ini kemudian menjadi sangat rentan terhadap berbagai virus lintas platform.
Sejarah Microsoft Word Dekade 2000-an
Sejak awal abad ke-21, aplikasi Microsoft Word telah ditingkatkan dan dirilis dalam empat versi: Word 2002 - juga dikenal sebagai Word XP karena label Office XP - Word 2003, Word 2007 dan Word 2010. Dengan diperkenalkannya Word 2007, program ini menerima facelift besar yang benar-benar mengubah user interface. Beberapa aplikasi canggih juga mulai muncul dengan Word 2007, termasuk Extensible Markup Language (XML) kemampuan mengedit dan tata bahasa dan periksa ejaan dalam bahasa asing.
Microsoft Word 2001 atau Word X dirilis pada Oktober 2000 dan dipaketkan dengan Office Macintosh untuk platform Macintosh , dan berisi hampir semua fitur yang ada pada Word 2000. Word X versi Macintosh, dirilis pada tahun 2001, dan merupakan versi pertama yang tertanam langsung pada Mac OS X.
Microsoft Word 2002 atau Word Xp dirilis pada tahun 2001, Word 2002 juga dibundel satu paket dengan Office XP. Hampir semua fiturnya menyerupai Word 2000 dengan tambahan fitur barunya yaitu “Task Panes” yang berfungsi memberikan informasi dan kontrol yang lebih cepat untuk banyak fitur yang sebelumnya hanya tersedia melalui kotak dialog.
Microsoft Word 2003, pada word versi 2003 ini, semua program Office, juga termasuk Word, dinamai ulang untuk menekankan kesatuannya dengan Office suite, sehingga Microsoft Word resmi kemudian berubah menjadi Microsoft Office Word.
Microsoft Word 2004, pada bulan Mei tahun 2004 diluncurkanlah Word versi baru untuk Macintosh. Pada versi ini Word melakukan dibersihkan secara besar-besaran dari semua aplikasi dari Office 2003 versi Windows seperti Word, Excel, PowerPoint, dan lain sebagainya. Hal ini kemudian membuat Word sangat nyaman digunakan oleh para penggunanya.
Microsoft Office Word 2007 merupakan sebuah program aplikasi pengolah kata (Word Processor) buatan Microsoft Corporation. Microsoft Word 2007 merupakan hasil pengembangan dari beberapa versi sebelumnya. Microsoft Word tampil lebih user friendly dan sudah menggunakan ribbon sebagai standar baru dalam menampilkan menu-menu tool. Berdasarkan klaim mereka, ribbon adalah sebuah inovasi yang kelak di masa mendatang menjadi sebuah standar bagi tampilan menu. Bagi yang baru bermigrasi dari Word 2003 ke MS. Word 2007 tidak perlu panik dengan pemandangan yang begitu asing tersebut. Anda hanya perlu sedikit adaptasi dan setelah itu, Anda akan merasakan efisiensi dan kemudahan dalam bekerja. Bila Anda kurang percaya, silahkan buka Microsoft Word 2007, letakkan pointer mouse ke area area menu, kemudian putar tombol gulir. Apa yang terjadi? Anda benar! Anda dapat membuka pintu akes ke setiap ribbon hanya dengan putaran tombol gulir saja. Kembali ke masalah menu icon, Microsoft Word 2007 mengenal istilah tab, ribbon, dan group dalam menyajikan menu tool. Berbeda dengan Word 2003 dan sebelumnya yang hampir 100% dikuasai Kaum Bar-Bar (Titlebar, Menu Bar dan Toolbar). Word 2007 menggunakan format file baru yang disebut “docx”. Di versi ini berbagai perubahan terjadi diantaranya adalah termasuk format baru berbasis file XML, tampilan antarmuka didesain ulang, editor persamaan terintegrasi, dan manajemen bibliografi. Selain itu versi ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur baru lainnya seperti Live Preview, Mini Toolbar, Super-tooltips, Quick Access toolbar, SmartArt, dan masih banyak lagi.
Microsoft Word 2010 dirilis pada tahun 2009, Microsoft Word 2010 hadir dengan berbagai upgrade, seperti efek teks, kemampuan kolaborasi dan alat navigasi ditingkatkan. Word 2010 memungkinkan pengguna untuk membuat eye-catching konten teks melalui beberapa efek, termasuk gradien mengisi dan refleksi. Perangkat lunak ini adalah adalah perangkat lunak pertama yang memungkinkan pengguna untuk secara bersamaan mengakses, menulis dan mengedit dokumen yang sama dari berbagai lokasi. Word 2010 juga memungkinkan pengguna untuk mengatur dan menelusuri isi dokumen itu dari satu jendela search, menghemat waktu dan usaha karena harus menyaring konten yang luas untuk mencari informasi yang diinginkan
Microsoft Word 2013, versi ini adalah versi yang terbaru dikeluarkan Microsoft untuk Office pada Windows, dengan dukungan untuk Windows 8, Windows 7, dan Windows Server 2008 R2 Pada 29 Januari 2013, setelah munculnya Word 2010 dan 2011, sejarah Microsoft Word yang terbaru berlanjut dengan diluncurkannya Word 2013 yang memiliki tampilan dan fitur yang jauh lebih menarik. Beberapa perubahan di antaranya yaitu:
·       Antarmuka mengusung tema Metro. MiripWindows 8
·       Penggeseran gambar yang lebih baik
·       Mendukung penyuntingan file Adobe Reader (.pdf)
·       Terintegrasi dengan Skydrive sehingga dapat menyimpan data di Cloud.
·       Disediakannya versi 32 bit dan 64 bit
·       Ribbon masih sama seperti Office 2010. Temanya saja yang berbeda.


Berikut tampilan dan perkembangan versi 1.0 sampai 6.0 yang saya kumpulan hasil dari search melalui google :
Tampilan Microsoft Word 1.0
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjauPlP4etjFgR10eXpdBL_wHoWjsiTH-TVQEZFktO5-2eMf_rFP97ui50yhxOAinxrxnERLtBBX3Z2fS3sMR8n0081AjwcJ-vowbAvu1Fr6aiuhDDGpr_we37XidnBLpJ6tg9TDTgB726R/s1600/1+ms+word+1989.png

Tampilan Microsoft Word 2.0
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4x_osUl2r65_zcponxTMVcnmuis1Il7HzXUt_B15kzeiMWPU3w7M77vCDhvuhq2pUK0np8LiH6HFEx_NmRD2TBtfbvLBPCUnIVr-Ar_UJ0844BXqB3hph8Fm7M9PluGnID_MuRBCQWbkg/s1600/2+ms+word+1992.png

Tampilan Microsoft Word 6.0
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyqlLNQd0MBZBnNroXok75RkowLqFSEyjKPcI3DohFwwGPhNawtu82r96aj1hEW2rImE88AOxprueBw379-kEcZdIOi1SZom_DwKprJeCiHfkkODxcknjgk2NWH_qEu_6WOLSgKxZBgu8A/s1600/3+ms+word+1994.jpg
            Seperti yang bisa kita lihat, dari ketiga tampilan versi windows 1.0 lalu 2.0 hingga 6.0 terus mengalami perubahan-perubahan terutama dibagian toolbar menu dan userinterface yang terus ditingkatkan fitur serta kemudahan pemakaiannya yang tentunya bertujuan untuk mempermudah user dalam mengolah kata.
Kemudian, seiring dengan kemajuan perusahaan pembuatnya dan terus berkembangnya sistem operasi windows dari versi DOS ke versi lebih GUI (Graphic User Interface) yang dimulai dengan windows 95 dan saat itu juga muncul microsoft word 95, yang diikuti dengan versi 97, 2000, 2002, 2003, 2007, 2010 hingga 2013. Berikut ini kembali saya tampilkan tampilan microsoft Word 95-2013
Tampilan Microsoft Word 95
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJoy2klU7m98Y2SJVOesuw_jw094iorJ0LLs2MPgzaJedwVV1LXMXE3kaVcNsO11AtrmSiGsC-yewoEvb9Pim9Kcq44oHlZbq7l2G9VBRWhV5GfSf6ROSkZ1xRD716XqnpjwcBM5CpLHup/s1600/4+ms+word+1995.png
Tampilan Microsoft Word 97
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbKkPPwCkR4_5geoM7ZZ9QDEXWNwajGWl_aNEpYTxKHZbfeNJAz7Iqx71pAYZvylQJ559Fo7-UrdJm87kgYDevzWDE-vH0bnqkQJNnbxBkcevCFDi_N18tfG4rplGPIIZikz2Hk8Gs2tst/s1600/5+ms+word+97.jpg

Microsoft Word 2003
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKok9ZaJXpyKiIIrtPrUD9syIlc6qDwH9QUXy6bPEzUBMZViLjwqxyRYH97lrv-fS-Hyf4co333XQoVCI0NTKSg6hMxTndk9BZInvgFXZ3k6Am1Hz2ZTA7zHwc26moTab9QiXVTZeq4UPy/s1600/7+ms+word+2003.JPG

Tampilan Microsoft word 2007
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiQVq7BEOIjCKMHEIYaLxXSEtuOcG0urwmXC-ixLvbpbx2IR4ZrmZ_NtFODEjMDBtkqLTdm-zM5pw_i5IEP6ss6CoNedCRjqm4oAE39BnfiUI3jkquBBViKr77mpRy8NX33rMY5u4pfLo9/s1600/8+ms+word+2007.gif

Tapilan Microsoft Word 2010
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVKY3IMdQ-9i3wKhKnzxm7FJx_UbCqbQLPExrim0W4paDELn6o_GhwuOTfZg5sGd9DnmwPsx8ocEKTdaxcqIqgCfswbuBzjy7T0SVI_Cc4WKhEF-DctsyK7Zwjf-dn4ySFIdUY8GNPXqzJ/s1600/9+ms+Word2010.jpg



Tampilan Microsoft Word 2013
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0xVAcOTfmaXbkaxPUUU50_WwkXZe3wxdm4O0HtlEX9GcLv8Z7bDE8jFYb6CklTTW5sqOtsYCqGnESx7hgZCc26jQuArAIxW_zmdtD3crhOXuvycBZieSDMMs1PyfqpW3299oWcO_935PI/s1600/10+ms+Word2013.jpg
            Itulah tampilan microsoft word dari versi 95 hingga 2013 yang salah satu versinya pasti pernah anda coba, kalau dilihat dari segi tampilannya microsoft word ini memiliki tampilan yang selalu menyesuaikan dengan tampilan OS windows yang dikeluarkan berdekatan dengan microsoft word tersebut, seperti tampilan word 97 dan 95 yang mempunyai tampian dengan taskbar silver yang sama dengan warna dominan taskbar dan menu di windows 97-2000 yang juga berwarna silver.
            Sedangkan versi 2003 lebih menyesuaikan dengan tampilan windows XP dengan taskbar berwarna biru, dan untuk versi 2007 dan 2010 dengan tampilan "Aero" khas windows 7, dan yang paling baru adalah microsoft word 2013 yang terlihat tampilan Bergaya "Metro"  yang menjadi tampilan khas Windows 8.
            Perkembangan Microsoft word dari versi awal hingga 2013, yang tentunya selalu mengalami perkembangan yang terus meningkat demi kemudahan dan kenyamanan user dalam mengolah kata di Microsoft Office.
            Microsoft Word telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi dunia teknologi yang terus berkembang, dalam hal mengolah kata yang digunakan untuk kegiatan produktif, edukatif dan berbagai hal lain yang membutuhkan aplikasi pengolah kata yang ampuh seperti Microsoft Word.


MAKALAH KERAJAAN SRIWIJAYA

BAB I

PENDAHULAN


1.1 Latar Belakang Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan di Indonesia yang menguasai Selat Malaka pada zaman lampau. Catatan sejarah tentang kerajaan Sriwijaya ini pertama kali ditemukan oleh Prof. George Ceodes, penemuan ini menjadi awal penyelidikan lebih lanjut tentang kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan yang pernah besar dan jaya di Indonesia. Kerajaan ini disebut juga Negara nasional pertama karena pada masa jayanya, daerah kekuasaannya sangat luas yang meliputi Indonesia bagian barat, Siam bagian selatan, Semenanjung Malaya, sebagian Filipina, dan Brunei Darussalam di Pulau Kalimantan.

Kerajaan Sriwijaya diperkirakan berdiri pada abad ke-7 M dan menganut agama Buddha di Sumatera Selatan. Bukti-bukti tentang kerajaan Sriwijaya yang berkembang sampai sekitar abad ke-14 ini, berasal dari beberapa prasasti yang ditemukan di wilayah tersebut. Bahkan ada yang ditemukan di Bangka, Ligor (Malaysia), dan Nalanda (India Selatan). Walaupun letak secara pasti pusat kerajaan sulit dibuktikan, tetapi kebesaran dan pengaruh kerajaan Sriwijaya sangat nyata. Hal ini dibuktikan dari berita-berita orang Arab, India, dan Cina yang kala itu menjalin hubungan dengan kerajaan Sriwijaya.

Belum banyak bukti fisik mengenai Sriwijaya yang dapat ditemukan. Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara bahari, namun kerajaan ini tidak memperluas kekuasaannya di luar wilayah kepulauan Asia Tenggara, dengan pengecualian berkontribusi untuk populasi Madagaskar sejauh 3.300 mil di barat. Beberapa ahli masih memperdebatkan kawasan yang menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya, selain itu kemungkinan kerajaan ini biasa memindahkan pusat pemerintahannya, namun kawasan yang menjadi ibukota tetap diperintah secara langsung oleh penguasa, sedangkan daerah pendukungnya diperintah oleh datu setempat.

Kemaharajaan Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing, dari prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang. Diketahui, Prasasti Kedukan Bukit adalah prasasti tertua yang ditulis dalam bahasa Melayu. Para ahli berpendapat bahwa prasasti ini mengadaptasi ortografi India untuk menulis prasasti ini. Pada abad ke-7 ini, orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan yaitu Malayu dan Kedah menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya.

Berdasarkan prasasti Kota Kapur yang berangka tahun 686 ditemukan di pulau Bangka, kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera, pulau Bangka dan Belitung, hingga Lampung. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya, peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Kemungkinan yang dimaksud dengan Bhumi Jawa adalahTarumanegara. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka, Selat Sunda,Laut China Selatan, Laut Jawa, dan Selat Karimata.

Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya, menjadikan Sriwijaya mengendalikan dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Berdasarkan observasi, ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Pada abad ke-7, pelabuhan Champa di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Untuk mencegah hal tersebut, Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di Indochina. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong, di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Sriwijaya meneruskan dominasinya atas Kamboja, sampai raja Khmer Jayawarman II, pendiri kemaharajaan Khmer, memutuskan hubungan dengan Sriwijaya pada abad yang sama.[2] Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa, antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Menurut catatan, pada masa ini pula wangsa Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa di sana. Pada abad ini pula, Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan.[2] Pada masa berikutnya, Pan Pan dan Trambralinga, yang terletak di sebelah utara Langkasuka, juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya.

Setelah Dharmasetu, Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Tidak seperti Dharmasetu yang ekspansionis, Samaratungga tidak melakukan ekspansi militer, tetapi lebih memilih untuk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Selama masa kepemimpinannya, ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yang selesai pada tahun 825. Sebagai pusat pengajaran Buddha Vajrayana, Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. Antara lain pendeta dari Tiongkok I Tsing, yang melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studinya di Universitas Nalanda,India, pada tahun 671 dan 695, I Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi sarjana Buddha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Selain berita diatas, terdapat berita yang dibawakan oleh I Tsing, dinyatakan bahwa terdapat 1000 orang pendeta yang belajar agama Budha pada Sakyakirti, seorang pendeta terkenal di Sriwijaya. 

Pengunjung yang datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Selain itu ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya. Menjelang akhir abad ke-10, Atiśa, seorang sarjana Buddha asal Benggala yang berperan dalam mengembangkan Buddha Vajrayana di Tibet dalam kertas kerjanya Durbodhāloka menyebutkan ditulis pada masa pemerintahan Sri Cudamani warmadewa penguasa sriwijayanagara di malayagiri di suvarnadvipa.

Penyebaran ajaran Buddha dari India utara ke bagian lain di Asia, Sriwijaya pernah berperan sebagai pusat pembelajaran dan penyebaran ajaran Buddha. Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India, pertama oleh budaya Hindukemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Peranannya dalam agama Budhadibuktikannya dengan membangun tempat pemujaan agama Budha di Ligor, Thailand. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9, sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu beserta kebudayaannya di Nusantara. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yang termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara, tentunya menarik minat para pedagang dan ulama muslim dari Timur Tengah, sehingga beberapa kerajaan yang semula merupakan bagian dari Sriwijaya, kemudian tumbuh menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak, disaat melemahnya pengaruh Sriwijaya.

Sejarah Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan Budha yang berdiri pada abad ke-7 dibuktikan dengan adanya prasasti kedukan Bukit di Palembang (682). Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan yang kuat di Pulau Sumatera. Nama Sriwijaya berasal dari bahasa Sanskerta berupa "Sri" yang artinya bercahaya dan "Wijaya" berarti kemenangan sehingga dapat diartikan dengan kemenangan yang bercahaya atau gemilang.

Pada catatan perjalanan I-Tsing, pendeta Tiongkok yang pernah mengunjungi Sriwijaya pada tahun 671 selama 6 bulan menerangkan bahwa pusat Kerajaan Sriwijaya berada pada kawasan Candi Muara Takus (Provinsi Riau sekarang). Kerajaan Sriwijaya dipimpin oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa sebagai raja pertama.




1.2 Tujuan Membuat Makalah Tentang Kerajaan Sriwijaya

Kita belajar tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di Indonesia. Salah satunya adalah kerajaan Sriwijaya yang merupakan salah satu dari kerajaan Hindu-Buddha yang memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Kerajaan ini juga berhasil menguasai perairan di jalur perdagangan Negara barat dan timur. Untuk lebih jelasnya, kami membuat makalah ini dengan tujuan agar pembaca dapat mengetahui tentang kerajaan Sriwijaya sehingga pembaca dapat memahami dan mengetahui salah satu kerajaan yang begitu tersohor karena kehebatannya itu.





BAB II

PEMBAHASAN




2.1 Bukti-Bukti Sejarah Kerajaan Sriwijaya


Nama Sriwijaya sudah terkenal dalam perdagangan internasional. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya berbagai sumber yang menerangkan mengenai keberadaan Kerajaan Sriwijaya, seperti di bawah ini. 
Dari berita Arab diketahui bahwa pedagang Arab melakukan kegiatan perdagangan di Kerajaan Sriwijaya, bahkan disekitar Sriwijaya ditemukan peninggalan bekas perkampungan orang Arab. 
Dari berita India diketahui bahwa Keraaan Sriwijaya pernah menjalin hubungan dengan Kerajaan India, seperti Nalanda dan Colamandala bahkan Kerajaan Nalanda mendirikan prasasti yang menerangkan tentang Sriwijaya. 
Dari berita Cina diketahui bahwa para pedagang Cina sering singgah di Kerajaan Sriwijaya sebelum melanjutkan perjalanan ke India dan Arab. Berita Cina juga menyebutkan pada abad ke-7 di Sumatra telah ada beberapa kerajaan, antara lain Kerajaan Tulang Bawang di Sumatra Selatan, Melayu di Jambi, dan Sriwijaya. Keberadaan Kerajaan Sriwijaya ini dapat diperoleh informasinya, misalnya, dari cerita pendeta Buddha dari Tiongkok, I-tsing. Pada tahun 671, Ia berangkat dan Kanton ke India, kemudian singgah terlebih dahulu di Sriwijaya selama enam bulan untuk belajar tata bahasa Sanskerta. Pada tahun 685, dia kembali ke Sriwijaya dan menetap selama empat tahun untuk menerjemahkan berbagai kitab suci Buddha dan bahasa Sanskerta ke bahasa Tionghoa. Karena dalam kenyataannya, dia tidak dapat menyelesaikan sendiri pekerjaan itu, maka pada tahun 689, dia pergi ke Kanton untuk mencari pembantu dan segera kembali lagi ke Sriwijaya. Selanjutnya, baru pada tahun 695, I-tsing pulang ke Tiongkok. 



2.2 Raja-raja Kerajaan Sriwijaya

Raja-raja yang berhasil diketahui pernah memerintah Kerajaan Sriwijaya adalah sebagai berikut:
Raja Daputra Hyang: Berita mengenai raja ini diketahui melalui prasasti Kedukan Bukit (683 M). Pada masa pemerintahannya, Raja Dapunta Hyang telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya sampai ke wilayah Jambi. Sejak awal pemerintahannya, Raja Dapunta Hyang telah bercita-cita agar Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan bercorak maritim. 
Raja Dharmasetu: Pada masa pemerintahan Raja Dharmasetu, Kerajaan Sriwijaya berkembang sampai ke Semenanjung Malaya. Bahkan, disana Kerajaan Sriwijaya membangun sebuah pangkalan di daerah Ligor. Selain itu, Kerajaan Sriwijaya juga mampu menjalin hubungan dengan China dan India. Setiap kapal yang berlayar dari India dan China selalu singgah di Bandar-bandar Sriwijaya. 
Raja Balaputradewa: Berita tentang raja Balaputradewa diketahui dari keterangan Prasasi Nalanda. Balaputradewa memerintah sekitar abad ke-9, pada masa pemerintahannya, kerajaan Sriwijaya berkembang pesat menjadi kerajaan yang besar dan menjadi pusat agama Buddha di Asia Tenggara. Ia menjalin hubungan baik dengan kerajaan-kerajaan di India seperti Nalanda dan Cola. Balaputradewa adalah keturunan dari dinas Syailendra, yakni putra dari Raja Samaratungga dengan Dewi Tara dari Sriwijaya. 
Raja Sri Sudamaniwarmadewa: Pada masa pemerintahan Raja Sri Sudamaniwarmadewa, Kerajaan Sriwijaya pernah mendapat serangan dai Raja Darmawangsa dari Jawa Timur. Namun, serangan tersebut berhasil digagalkan oleh tentara Sriwijaya. 
Raja Sanggrama Wijayattunggawarman: Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Sriwijaya mengalami serangan dari Kerajaan Chola. Di bawah pimpinan Raja Rajendra Chola, Kerajaan Chola melakukan serangan dan berhasil merebut Kerajaan Sriwijaya. Sanggrana Wijayattunggawarman akhirnya ditawan. Namun pada masa pemerintahan Raja Kulottungga I Kerajaan Chola, Raja Sanggrama Wijayattunggawarman kemudian dibebaskan kembali. 
  • Dapunta Hyang Sri Jayanasa 
  • Sri Indravarman 
  • Rudra Vikraman 
  • Maharaja WisnuDharmmatunggadewa 
  • Dharanindra Sanggramadhananjaya 
  • Samaragrawira 
  • Samaratungga 
  • Balaputradewa 
  • Sri UdayadityavarmanSe-li-hou-ta-hia-li-tan 
  • Hie-tche (Haji) 
  • Sri CudamanivarmadevaSe-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa 
  • Sri MaravijayottunggaSe-li-ma-la-pi 
  • Sumatrabhumi 
  • Sangramavijayottungga 
  • Rajendra Dewa KulottunggaTi-hua-ka-lo 
  • Rajendra II 
  • Rajendra III 
  • Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa 
  • Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa 
  • Srimat Sri Udayadityawarma Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa. 

2.3 Masa Keemasan Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya mengalami zaman keemasan pada saat diperintah oleh Raja Balaputradewa pada abad ke-9. Wilayah Kerajaan Sriwijaya meliputi hampir seluruh Sumatra, Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan Semenanjung Melayu. Oleh karena itu, Kerajaan Sriwijaya disebut kerajaan Nusantara pertama. Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim, pusat agama Buddha, pusat pendidikan, dan sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara. 
Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim karena mempunyai angkatan laut yang tangguh dan wilayah perairan yang luas. Karena begitu luas wilayahnya, maka Kerajaan Sriwijaya disebut Kerajaan Nusantara pertama. 
Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat pendidikan penyebaran agama Buddha, dengan bukti catatan I-tsing dari China pada tahun 685 M, yang menyebut Sriwijaya dengan She-le-fo-she. 
Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan karena Palembang sebagai jalur perdagangan nasional dan internasional. Banyak kapal yang singgah sehingga menambah pemasukan pajak. 

2.4 Kemunduran Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya mengalami keruntuhan ketika Raja Rajendra Chola, penguasa Kerajaan Cholamandala menyerang dua kali pada tahun 1007 dan 1023 M yang berhasil merebut bandar-bandar kota Sriwijaya. Peperangan ini disebabkan karena Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Cholamandala bersaing pada bidang perdagangan dan pelayaran. Dengan demikian, tujuan dari serangan Kerajaan Cholamandala tidak untuk menjajah melainkan untuk meruntuhkan armada Sriwijaya. Hal ini menyebabkan ekonomi Kerajaan Sriwijaya semakin melemah karena para pedagang yang biasanya berdagang di Kerajaan Sriwijaya terus berkurang. Tidak hanya itu, kekuatan militer Sriwijaya juga semakin melemah sehingga banyak daerah bawahannya yang melepaskan diri. Akhirnya, Kerajaan Sriwijaya runtuh pada abad ke-13.

Beberapa faktor penyebab kemunduran Kerajaan Sriwijaya di antaranya adalah sebagai berikut:
Faktor geografis, berupa perubahan letak Kerajaan Sriwijaya. Perubahan ini erat kaitannya dengan pengendapan lumpur Sungai Musi yang mengakibatkan letak ibu kota Kerajaan Sriwijaya tidak lagi dekat dengan pantai. Akibatnya ibu kota Sriwijaya kurang diminati lagi oleh pedagang internasional. 
Lemahnya kontrol pemerintahan pusat sehingga banyak daerah yang melepaskan diri.
Berkembangnya kekuatan politik di Jawa dan India. Sriwijaya mendapat serangan dari Raja Rajendracola dari Colamandala tahun 1017 dan 1025. Pada tahun 1025, serangan itu diulangi sehingga Raja Sriwijaya, Sri Sanggramawijayattunggawarman ditahan oleh pihak Kerajaan Colamandala. Tahun 1275, Raja Kertanegara dari Singosari melakukan ekspcdisi Pamalayu. Hal itu menyebabkan daerah Melayu lepas dari kekuasaan Sriwijaya. Akhir dari Kerajaan Sriwijaya terjadi saat armada laut Majapahit menyerang Sniwijaya tahun 1377. 



2.5 Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya berjaya pada abad 9-10 Masehi dengan menguasai jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara. Sriwijaya telah menguasai hampir seluruh kerajaan Asia Tenggara, diantaranya, Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Sriwijaya menjadi pengendali rute perdaganagan lokal yang mengenakaan bea cukai kepadaa setiap kapal yang lewat. Hal ini karena Sriwijaya menjadi penguasa atas Selat Sunda dan Malaka. Selain itu, Kerajaan Sriwijaya juga mengumpulkan kekayaannya dari jasa pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok dan India

2.6 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya meninggalkan beberapa prasasti, diantaranya :

1. Prasasti Kedukan Bukit

Prasati ini ditemukan di Palembang pada tahun 605 SM/683 M. Isi dari prasasti tersebut yakni ekspansi 8 hari yang dilakukan Dapunta Hyang dengan 20.000 tentara yang berhasil menaklukkan beberapa daerah sehingga Sriwijaya menjadi makmur.

2. Prasasti Talang Tuo

Prasasti yang ditemukan pada tahun 606 SM/684 M ini ditemukan di sebelah barat Palembang. Isinya tentang Dapunta Hyang Sri Jayanaga yang membuat Taman Sriksetra demi kemakmuran semua makhluk.

3. Prasasti Kota Kapur

Prasasti ini bertuliskan tahun 608 SM/686 M yang ditemukan di Bangka. Isiny mengenai permohonan kepada Dewa untuk keselamatan Kerajaan Sriwijaya beserta rakyatnya.



4. Prasasti Karang Birah

Prasasti yang ditemukan di Jambi ini isinya sama dengan prasasti Kota Kapur tentang permohonan keselamatan. Prasasti Karang Birahi ditemukan pada tahun 608 SM/686 M.

5. Prasasti Talang Batu

Prasasti ini ditemukan di Palembang, namun tidak ada angka tahunnya. Prasasti Talang Batu berisi tentang kutukan terhadap pelaku kejahatan dan pelanggar perintah raja.

6. Prasasti Palas di Pasemah

Prasasti ini juga tidak berangka tahun. Ditemukan di Lampung Selatan yang berisi tentang keberhasilan Sriwijaya menduduki Lampung Selatan.

7. Prasasti Ligor

Ditemukan pada tahun 679 SM/775 M di tanah genting Kra. Menceritakan bahwa Sriwijaya di bawah kekuasaan Darmaseta.




BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Dari makalah ini, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan di Indonesia yang menguasai Selat Malaka pada zaman lampau. Kerajaan Sriwijaya juga merupakan salah satu kerajaan yang pernah besar dan jaya di Indonesia. Kerajaan ini disebut juga Negara nasional pertama karena pada masa jayanya, daerah kekuasaannya sangat luas yang meliputi Indonesia bagian barat, Siam bagian selatan, Semenanjung Malaya, sebagian Filipina, dan Brunei Darussalam di Pulau Kalimantan.



3.2 Saran

Kami berharap makalah ini bisa berguna untuk yang yang nmembutuhkan dan semoga kedepannya akan ada yang membuat makalah tentang kerajaan sriwijaya dengan lebih lengkap lagi dan penjelasan lebih luas.


MAKALAH KRITIK MUSIC

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Istilah kritik atau critism (Inggris) berasal dari bahasa Yunani yakni kritikos yang berhubungan dengan krinein yang berarti memisahkan, mengamati, membandingkan dan menimbang. Di Yunani ada kata krites yang maksudnya hakim, dengan kata kerja krinein berarti juga menghakimi. Kritikos berarti juga hakim kesusasteraan. Istilah ini ada semenjak abad ke IV sebelum kelahiran kristus. Menurut sejarahnya, seorang bernama Pilatus dari pulau Kos yang pada tahun 305 Sebelum Masehi didatangkan ke Alexandria untuk menjadi guru raja Ptolomeus II dan dianugerahi julukan penyair dan kritikos sekaligus (Hardjana, 1981).

Pada abad pertengahan di Eropa, istilah kritik hanya muncul dalam bidang kedokteran dengan pengertian yang menyatakan suatu keadaan penyakit yang kritis atau sangat membahayakan jiwa penderitanya. Selanjutnya pada masa Renaissans arti kata tersebut kembali kepada pengertian lama dan seorang yang bernama Poliziano pada tahun 1492 mempergunakan istilah-istilah tersebut untuk membedakannya dengan filsuf.

Pada waktu itu, istilahcritikus dan gramaticus dipergunakan untuk menunjuk orang-orang yang menekuni pustaka sastra lama. Sementara itu seorang pujangga bernama Erasmus mempergunakan istilah art critic untuk Al-Kitab sebagai alat atau sarana dalam pelayanan hidup. Beberapa waktu kemudian di kalangan penganut Humanisme berlaku pengertian yang terbatas pada penyuntingan dan pembetulan teks-teks kuno. Pergeseran arti kritik sehingga mencakup pembetulan edisi, pernyataan pengarang, sensor dan penghakiman berlaku pada sekitar tahun 1600. (Wellek, 1971).

Pada perkembangan yang lebih kemudian kritik berarti orang yang melakukan kritik dan juga kegiatan kritiknya. Sementara itu, di Perancis dan Amerika Serikat pada awal abad XIX berlaku kedua pengertian itu secara luas. Istilah critique menunjuk pembicaraan tentang seniman tertentu, sedangkancriticism menunjuk teorinya.



BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian Kritik Musik

Kritik musik adalah penganalisaan dan pengevaluasian suatu karya musik dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki karya tersebut. Kritik berasal berasal dari kata Yunani “Krinein” yang artinya memisahkan, merinci. Dalam melakukan kritik musik ada obyek yang dikritik dan ada orang yang mengkritik, yang disebut kritikus. Obyek yang dikritik dalam musik adalah karya musik yang sedang dicermati. Karya musik itu umumnya memiliki gagasan (keindahan) bunyi atau pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya.


B. Fungsi Kritik Musik

Kritik menjadi jembatan komunikasi antara seniman yang selalu dituntut kreativitasnya dan pengamat yang sering mengalami hambatan dalam mengapresiasi karya seniman. Kritik musik itu dapat menambah pemahaman bagi pencipta, pelaku atau penyaji musik dan bagi masyarakat musik itu sendiri. Secara umum fungsi kritik musik adalah sebagai berikut :

Ø Pengenalan karya musik dan memperluas wawasan masyarakat.

Ø Jembatan antara pencipta, penyaji, dan pendengar.

Ø Eevaluasi diri bagi pencipta dan penyaji musik.

Ø Pengembangan mutu karya musik.



C. Tujan Kritik Musik

Menurut Sem C. Bangun tujuan kritik seni adalah evaluasi seni, apresiasi seni, dan pengembangan seni ke taraf yang lebih kreatif dan inovatif. Artinya, dengan adanya koreksi yang bersifat evaluasi atas karya dan penyajiannya oleh kritikus, masyarakat dan pelaku seni memiliki apresiasi terhadap karya musik. Dengan demikian diharapkan akan ada inovasi dan peningkatan mutu karya musik di masa yang akan datang.



D. Penyajian Kritik Musik

Setelah mengetahui beberapa konsep kritik seni seperti diutarakan di atas. Ada 4 hal pokok dalam kegiatan penyajian yang sudah umum digunakan pada kritik seni yaitu: deskripsi, analisis, interpretasi, dan evaluasi.

Pada bagian deskripsi, hal yang paling mendasar adalah penyajian fakta yang bersumber langsung dari karya musik yang dianalisis. Penyajian fakta ini berupa pernyataan elemen dan warna bunyi yang digunakan. Faktor-faktor pendukung penyajian juga termasuk bagian deskripsi. Pada tahap ini dinyatakan secara lengkap bagaimana elemen atau unsur-unsur tersebut diperlakukan dalam penyajian musik.

Analisis adalah uraian berupa penjelasan hal-hal yang penting dari unsur nada, melodi, harmoni, ritme, dan dinamika musik. Unsur-unsur tersebut dinyatakan pada bagian mana pentingnya dalam mendukung penuangan atau penyajian gagasan. Inilah tahap menyatakan mutu suatu karya musik berdasarkan analisis unsur-unsur penyajiannya. Pengetahuan teknis dan pengalaman musikal kritikus sangat diperlukan pada tahap ini.

Interpretasi. Dalam interpretasi dinyatakan pula bagaimana tingkat ketercapaian nilai artisitik suatu penyajian musik dengan gagasan serta maksud dari pertunjukan tersebut. Membandingkan dengan karya sejenis dapat menjadi faktor pertimbangan dalam tahap Kesemuanya itu dijabarkan dalam interpretasi. Tahap ini dapat dikatakan sebagai pendekatan induktif karena dimulai dari hal-hal yang ada dalam suatu karya musik, bukan dari hukum-hukum yang bersifat umum (deduktif).

Evaluasi. Bagian akhir penyajian kritik adalah evaluasi. Inilah tahap yang cukup penting dalam kritik musik karena kritikus akan menyatakan pendapatnya atas penyajian suatu musik. Pendapat yang dimaksud bukan pendapat pribadi tanpa dasar. Dasar pernyataan dalam evaluasi adalah hasil dari deskripsi dan analisis yang ditunjang interpretasi. Pernyataan yang pokok dalam tahap evaluasi adalah kebaikan atau kegagalan suatu penyajian musik. Kebaikan atau kekurangan merupakan pertimbangan atas gagasan dengan ketercapaian dalam penyajian musik. Pernyataan kebaikan, berupa kelebihan-kelebihan yang ditemukan atau sebaliknya akan membangun pemahaman peningkatan penyajian karya musik.

Penyajian kritik musik dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Penyajian secara tulisan disusun seperti urutan penyaian di atas. Pada awal tulisan perlu kiranya ditambahkan bagian pendahuluan. Dengan demikian penyajian kritik dalam bentuk tulisan meliputi:

Ø Pendahuluan

Ø Deskripsi

Ø Analsis

Ø Interpretasi

Ø Evaluasi

Bagian pendahuluan berisi tentang identitas musik yang akan dikritisi, seperti nama penulis atau pencipta musiknya, judul karya, nama penyajinya dan lain-lain yang dianggap perlu untuk diketahui oleh pembaca. Dalam hal musik vokal, lirik lagu termasuk bagian yang tidak terpisahkan dalam analisis kritik musik. Lirik lagu karena berbasis bahasa maka dapat dianalsisis makna yang terkandung di dalamnya. Makna lirik lagu mencakup makna denotatif dan konotatif.



E. Sejarah Kritik Musik

1. Kritik Musik Awal

Kegiatan kritik musik pertama kali di dunia di lakukan dua orang Yunani yaitu Xenophones dan Heraclitus sekitar tahun 500 SM. Xenophones dan Heraclitus mengecam keras pujangga besar bernama Homerus yang sering bernyanyi tentang hal-hal yang tidak senonoh tentang dewa dewi.

Kritik Musik Reneissance

Pada abad pertengahan istilah kritik hilang sama sekali. Barulah Polizianus pada tahun 1492 menggunakan istilah criticus dan Grammaticus. Scanlinger melakukan analisa dan perbandingan antara pujangga Yunani dan latih dengan adanya kritik modern di sertai pengembangan nya para penyair mulai merasa terganggu karena kegiatan kreatif mereka terganggu

Kritik Musik Di Inggris

Di Inggris abad 16 pada zaman pemerintah ratu Elizabeth istilah kritik sama sekali belum dikenal. Francis Bacon dengan bukunya “Advancement of Learning” adalah yang pertama yang kemungkinan besar menggunakan istilah kritik dalam sastra musik Inggris pada tahun 1605


Kritik Musik Indonesia

Kritik musik dari segi pengertian dan istilah bukan merrupakan tradisi asli masyarakat Indonesia. Kritik musik baru muncul ketika para sastrawan Indonesia mendapat pendidikan dengan system Eropa pada awal abad ke 20



F. Konsep dan Pentingnya Pendidikan Seni Musik

Depdiknas, (2006:611) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengemukakan tentang SK dan KD pendidikan seni, budaya, dan keterampilan menjelaskan bahwa pendidikan seni musik sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Pada bahasan ini dikaitkan dengan pendidikan seni musik. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya. Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan Mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.









tentang dzia untaian cinta